Sri Mulyani Kaji Penurunan PPN Avtur
Tuesday, 12 February 2019
Sri Mulyani Kaji Penurunan PPN Avtur

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mengkaji penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) avtur. Selama ini pembelian avtur dikenai PPN sekitar 10%.

 

Hal ini membuat harga avtur yang hanya dijual oleh PT Pertamina itu, lebih mahal ketimbang negara tetangga lainnya, seperti Singapura yang menerapkan PPN sebesar 7%. Imbasnya, hal ini membuat biaya penerbangan di Tanah Air juga menjadi lebih mahal.

 

"Kalau itu sifatnya playing field, kita bersedia untuk meng-compare dengan negara-negara lain," katanya ditemui di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

 

Dia menyatakan, PPN avtur milik Pertamina selalu dibandingkan dengan negara tetangga lainnya, sehingga bila dalam kajian ditemukan perbedaan signifikan, pihaknya bersedia melakukan perubahan.

 

"Kita selalu dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, kalau memang treatment terhadap PPN, itu adalah sama, ya kita akan lakukan sama hal ini. Kita lihat supaya tidak ada kompetisi yang tidak sehat, antara Indonesia dengan negara lainnya,” ujarnya.

 

Bendahara Negara tersebut menambahkan, saat ini pihak Pertamina masih mengkaji pengenaan harga avtur, termasuk setelah dikenai PPN. "Ya nanti Pertamina akan review saja, nanti akan kita lihat apa ada implikasinya," katanya.