Krisis Venezuela, China Serukan Dialog Damai
Saturday, 09 February 2019
Krisis Venezuela, China Serukan Dialog Damai
China mengatakan dialog damai dan cara politik adalah satu-satunya cara menuju perdamaian abadi di Venezuela. Foto/Istimewa

BEIJING - China mengatakan dialog damai dan cara politik adalah satu-satunya cara menuju perdamaian abadi di Venezuela. Beijing juga mengatakan mendukung upaya multinasional untuk mencapai tujuan itu.

Pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying datang sebagai jawaban atas pertanyaan tentang pertemuan pada "International Contact Group" yang dipimpin oleh Presiden Uruguay Tabare Vazquez dan dihadiri oleh para pemimpin 14 negara, termasuk Spanyol, Italia, Portugal dan Swedia.

China adalah sekutu dekat Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang telah meminjamkan dana miliaran untuk membantu menopang rezim yang tengah diperangi itu.

 

"China percaya bahwa urusan Venezuela harus diselesaikan oleh rakyat Venezuela di bawah kerangka konstitusi dan hukumnya dan melalui dialog damai dan cara-cara politik. Ini adalah satu-satunya cara menuju perdamaian abadi di negara itu," kata HUan Chunying seperti dilansir dari Fox News, Sabtu (9/2/2019).

Krisis ekonomi menerjang negara anggota OPEC yang kaya minyak itu. Kondisi ini membuat banyak rakyat Venezuela kekurangan gizi dan berjuang mendapatkan obat-obatan, memicu eksodus sekitar 3 juta orang.

Situasi ini juga memicu krisis politik yang memuncak bulan lalu saat pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara berdasarkan ketentuan konstitusi. Menurut Guaido, Maduro terpilih kembali sebagai presiden dalam pemilu yang tidak sah.


Lebih dari empat puluh negara termasuk AS, kekuatan utama Eropa dan sebagian besar negara Amerika Latin telah mengakui Guaido sebagai kepala negara yang sah.

Perwakilan dari Uni Eropa dan sekelompok pemerintah Amerika Latin bertemu di Montevideo, Uruguay, pada hari Kamis untuk membahas krisis di Venezuela.

Organisasi International Contact Group on Venezuela kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka akan mengirim misi teknis ke negara itu untuk membantu menyediakan bantuan kemanusiaan dan mendukung pemilu baru sesegera mungkin.