Rel Kereta Cikarang - Manggarai Target Rampung 2020 Mendatang
Tuesday, 08 January 2019
Rel Kereta Cikarang - Manggarai Target Rampung 2020 Mendatang

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan penyelesaian jalur rel kereta Double Double Track (DDT) Cikarang-Manggarai rampung pada 2020.

 

Penyelesaian DDT Cikarang-Manggarai ini untuk mendukung target peningkatan penumpang hingga 2 juta orang pada 2020.

 

“Bahwa hari-hari tertentu katanya penuh, yaitu bagian yang harus kita tingkatkan. Kita akan tingkatkan dalam dua tahun mendatang. Sekarang ini kapasitasnya 1,2juta penumpang, kita akan tingkatkan sampai 2 juta penumpang,“ kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi seusai mengunjungi stasiun Depok Lama menggunakan KRL Commuter Line.

 

Menhub mengaku pelayanan Commuter Line sudah baik, tetapi ke depan masih perlu ada peningkatan kapasitas kereta Commuter Line.

 

Jalur DDT akan berfungsi memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara, sehingga perjalanan menjadi semakin singkat dan tepat waktu. Dijelaskan Menhub, saat ini pengerjaan jalur DDT terkendala ketersediaan waktu kosong (window time) jalur kereta yang padat.

 

“Butuh waktu dua tahun hingga 2020. Prosesnya lama karena dalam sehari hanya bisa mengerjakan pembangunan maksimal selama 4 jam,” ucapnya.

 

Dia menambahkan, KRL Commuter Line berhenti beroperasi pada pukul 12.00 malam dan sudah melayani penumpang kembali pada pukul 05.00 pagi. Waktu kosong untuk pembangunan jalur DDT tersebut tidak bisa ditambah lagi karena berisiko mengorbankan kepentingan penumpang.

 

Pembangunan DDT Manggarai-Cikarang ini diprediksi menghabiskan anggaran hingga Rp6 triliun. Anggaran itu tidak semuanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena ada yang dikerjakan swasta.

 

Proyek yang dibagi menjadi tiga paket ini, satu paket dikerjakan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA). Adapun rincian anggaran DDT Manggarai-Cikarang adalah Paket A Manggarai-Jatinegara dengan anggaran sekitar Rp2,4 triliun.

 

Paket B2 Jatinegara-Bekasi anggarannya sekitar Rp1,1 triliun dan Paket B1 Bekasi-Cikarang sekitar Rp2,3 triliun.

(Ichsan Amin)

(dni)

Source : Okezone.com