Kementan Upayakan Dorong Produk Kedelai
Tuesday, 08 January 2019
Kementan Upayakan Dorong Produk Kedelai

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot produksi kedelai pada 2019. Hal itu untuk mewujudkan swasembade padi, jagung, dan kedelai (pajale).

 

Sejak 2015, Kementan telah melaksanakan upaya khusus (upsus) dengan menambah luas tanam. Hasilnya, swasembada padi dan jagung tercapai.

 

Tahun 2018, produksi padi diklaim mencapai 83,04 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 48,3 juta ton beras. Angka tersebut surplus karena konsumsi 30,4 juta ton. Produksi jagung pada tahun lalu juga mencapai 30 juta ton pipilan kering (PK) sedangkan perhitungan kebutuhan sekitar 17 juta ton PK. Masih ada perhitungan surplus sekitar 13 juta ton.

 

"Artinya swasembada padi dan jagung sudah bisa kita capai," ujar Sekretaris Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Maman Suherman, Selasa (8/1/2019).

 

Sementara untuk komoditas kedelai, Maman mengatakan, pemerintah masih mengupayakannya. Dalam lima tahun terakhir, produksi kedelai naik tajam menjadi 982 ribu ton. 

 

Maman mengatakan, upaya menggenjot produksi kedelai, di samping padi dan jagung terus dilakukan dengan menambah luas tanam seperti tumpangsari dan pemanfaatan lahan rawa.

 

"Tumpangsari sebagai cara untuk memanfaatkan persaingan lahan antar komoditas. Tahun 2019 ini ditargetkan tumpangsari 1,05 juta hektare (Ha) atau setara luas pertanaman 2,1 juta Ha," ujar Maman.

 

Dia menyebut, Indonesia memiliki lahan rawa yang luas, sehingga perlu dimanfaatkan. Kementan, kata dia, sudah memanfaatkannya sebagai pilot project sejak 2018. Pada tahun ini, 500.000 Ha rawa di sejumlah daerah akan dimanfaatkan, seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

 

"Proyeksi produksi 2019 akan meningkat lebih tinggi lagi dibanding 2018, dengan dukungan program peningkatan produksi, perbaikan prasarana dan sarana, penanganan pasca panen dan pengamanan produksi," ujar Maman.

 

Editor : Rahmat Fiansyah

Source : iNews