Malam Tahun Baru 2019, Polri Antisipasi Adanya Tindak Kejahatan
Monday, 31 December 2018
Malam Tahun Baru 2019, Polri Antisipasi Adanya Tindak Kejahatan

JAKARTA – Sejumlah pemerintah daerah mengimbau warganya untuk tidak merayakan momen malam Tahun Baru 2019 secara berlebihan. Meski begitu, Mabes Polri tetap akan melakukan pengamanan malam tahun baru di daerah tersebut untuk mengantisipasinya adanya tindak kejahatan.

 

"Di beberapa daerah memang ada surat edaran gubernur yang mengimbau untuk tidak dirayakan tahun baru secara berlebihan. Tempat-tempat seperti di Kaltara (Kalimantan Utara-red), termasuk di DKI itu kan ada imbauan dari gubernur. Itu pun harus tetap kita antisipasi sewaktu-waktu,” Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (31/12/2018).

 

Ia mengatakan, pengamanan di daerah yang mengimbau warganya untuk tak merayakan malam Tahun Baru 2019 secara berlebihan perlu dilakukan. Hal itu karena menurutnya, adanya larangan tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab guna membubarkan perayaan malam tahun baru.

 

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto : Puteranegara Batubara/Okezone)

“Jangan sampai surat edaran tersebut dimanfaatkan untuk golongan tertentu untuk melakukan sweeping aksi provokatif membubarkan masyarakat sebagian yang ingin merayakan malam pergantian tahun," tegasnya.

 

Sementara itu, dalam momen perayaan Tahun Baru 2019, Mabes Polri akan mengerahkan jajarannya untuk melakukan pengamanan. Sebanyak 1.904 lokasi malam perayaan tahun baru akan menjadi fokus pengamanan pihak kepolisian.

 

“Ada 1.904 tempat di seluruh Indonesia yang akan dijadikan pesta malam pergantian tahun baru. Itu juga menjadi fokus pengamanan," ujar Dedi.

 

Sekadar diketahui, sejumlah daerah, seperti Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan Tangerang Selatan, mengeluarkan surat imbauan agar warganya tidak hura-hura dalam merayakan malam Tahun Baru 2019. Imbauan itu dikeluarkan sebagai wujud simpati terhadap korban bencana. Terkini, tsunami di perairan Selat Sunda mengakibatkan lebih dari 400 warga tewas dan ribuan lainnya luka-luka.

 

(erh)

Source : Okezone.com