Listrik Telah Pulih 100% Pasca-Tsunami Selat Sunda
Friday, 28 December 2018
Listrik Telah Pulih 100% Pasca-Tsunami Selat Sunda

JAKARTA – PT PLN (persero) terus berupaya memulihkan kondisi sistem kelistrikan pasca tsunami Selat Sunda yang menerjang sebagian wilayah Banten dan Lampung. Lima hari pascatsunami Selat Sunda yang menerjang wilayah Banten dan Lampung, perbaikan infrastruktur kelistrikan di daerah terdampak telah mencapai 100%.

“Di Pandeglang dari 248 gardu distribusi yang padam, PLN sudah berhasil me-recovery 243 gardu distribusi. Sisanya dinyalakan dengan genset dan lainnya tidak dinyalakan karena sudah tidak berpenghuni,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka di Jakarta.

Selain itu, PLN juga berhasil memperbaiki penyulang lain, seperti penyulang Carita, penyulang Wisata, dan penyulang Labuan, dengan perbaikan mencapai 100%. Tak hanya itu, dengan 310 personel gabungan yang dikerahkan dari PLN Banten, PLN Jakarta, dan PLN Jabar, telah berhasil menembus daerah-daerah sempat terisolasi seperti Panimbang, Kalicaah, dan Sumur. “Untuk saat ini, PLN masih terus melihat perkembangan perbaikan infra struktur kelistrikan di Pandeglang,” kata dia.

Dia mengatakan, di Lampung, PLN berhasil memperbaiki seluruh infrastruktur kelistrikan yang sempat rusak dan secara sistem sudah siap 100%. Saat ini sedang dilakukan penyalaan bertahap ke rumah-rumah pelanggan yang instalasinya dalam kondisi masih baik. Kerja cepat tersebut dibantu ULP Kalianda, ULP Sidomulyo , ULP Sutami, serta UP3 Tanjung Karang.

Seluruh tim disebar melakukan recovery dan menyalakan 22 titik tiang distribusi. “Secara teknis perbaikan sudah mencapai 100% dengan di antaranya dibantu genset milik PLN. Sistem sudah kami siapkan, paralel kami juga melakukan pemeriksaan terhadap instalasi rumah-rumah warga untuk kemudian kami nyalakan bertahap,” ungkapnya.

Made menambahkan, selain fokus memperbaiki kelistrikan di Pandeglang dan Lampung, PLN juga memberikan penerangan 22 posko pengungsian yang berada di Pandeglang.

Tak berhenti di situ, melalui PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN juga mendirikan dapur umum di PLTU Labuan, Desa Sukarame, dan Desa Sumur, yang merupakan salah satu desa terisolasi akibat bencana tsunami.

Menurut dia, dalam sehari satu dapur umum dapat memasak 1.500 nasi bungkus untuk warga sekitar. Dari total tiga dapur umum yang dibangun PLN, tiap hari didistribusikan 4.500 nasi bungkus.

 

 

Source: Okezone.com