Bantuan AGP Sampai ke Titik Terpencil Terdampak Tsunami Selat Sunda
Thursday, 27 December 2018
Bantuan AGP Sampai ke Titik Terpencil Terdampak Tsunami Selat Sunda

LAMPUNG -- Artha Graha Peduli (AGP) menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah titik terpencil di Kabupaten Lampung Selatan yang terkena imbas tsunami Selat Sunda. Pulau Sebesi dan dan Pulau Sebuku yang belakangan tertutup abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi wilayah bakti AGP pada Kamis (27/12/2018).

 

Bekerja sama dengan Korem 043/Gatam, Kodim 0421 LS, dan dinas sosial pemerintah kabupaten setempat, AGP memberikan bantuan untuk 4.000 pengungsi atau sekitar 500 KK. Bantuan ini diberikan di tempat pengungsian Rajabasa, Lampung Selatan.

 

Relawan AGP Elvin mengatakan, bantuan Logistik terdiri dari beras, gula, mie instan, minyak goreng, popok, dan susu bayi. "Bantuan ini kami salurkan dari pos tanggap bencana di lapangan tenis Kalianda yang memang fokus menangani warga pulau Sebesi dan Sebuku,” kata Elvin di Lokasi, Kamis (27/12/2018).

 

Elvin mengatakan, ada 16 relawan AGP yang diterjunkan ke lokasi bencana. Selain bantun logistik, relawan AGP juga melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar lokasi pengungsian.

 

Koordinator Shelter Pengungsi Korban Bencana Tsunami dari Pulau Sebesi Puji Sukanto menyebut bantuan dari AGP telah membantu meringankan beban warga. Menurut Puji, bantuan logistik dan tenaga dari AGP langsung bisa dinikmati oleh masyarakat Desa Tejang yang terdiri dari dua pulau yaitu Sebesi dan Sebuku.

 

"Alhamdulillah sangat bermanfaat bantuan yang diberikan berupa logistik ini langsung mendukung dapur umum yang ada di lapangan tenis indoor ini. Saya doakan bisnis Artha Graha semakin bertambah lagi dan semakin besar karena kita yakini bersama kalau kita memberikan donasi baik berupa uang, logistik dan sebagainya maka Insya Allah kita sendiri akan dijauhkan dari malapetaka dan apa yang kita sumbangkan Insya Allah akan dilipatgandakan," ujar sosok yang juga menjabat sebagai Kabag Organisasi Sekda Pemkab Lampung Selatan ini.

 

Ucapan syukur serupa dilontarkan oleh salah satu pengungsi, Heriyah. Warga Pulau Sebesi berusia 38 tahun tersebut lega karena meski daerah mereka terpencil, AGP mampu menembusnya.

 

"Kami berterima kasih banyak kepada Artha Graha Peduli karena sudah mau memperhatikan nasib para pengungsi dan korban tsunami," kata ibu tiga anak ini. (ANP)