Libur Panjang, Konsumsi BBM Turun
Thursday, 27 December 2018
Libur Panjang, Konsumsi BBM Turun

JAKARTA – Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) stok BBM nasional dalam kondisi normal. Satgas BBM Kementerian ESDM mencatat selama 18 Desember 2018 - 8 Januari 2019 justru konsumsi BBM nasional mengalami penurunan kecuali BBM jenis pertamax naik sebanyak 8%.

“Kecuali pertamax, untuk BBM jenis lainnya justru mengalami penurunan konsumsi dari rata-rata normal,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di Jakarta.

Menurut dia, konsumsi premium mengalami penurunan sebanyak 10%, pertalite turun 10%, dan pertamax turbo turun 12%. Sementara konsumsi BBM jenis solar turun 29%, pertamina dex turun 36%, dan dexlite turun 46%.

Adapun per 24 Desember 2018 Kementerian ESDM mencatat penyediaan ataupun distribusi BBM, elpiji, gas bumi rumah tangga dan listrik tidak menemui kendala.

Ketahanan stok BBM jenis premium mencukupi kebutuhan selama 20 hari, solar selama 20 hari, pertalite 22 hari, kerosene 59 hari, pertamax 30 hari, pertamax turbo 43 hari, pertamina dex 42 hari, dexlite 20 hari, dan avtur 27 hari.

Untuk mengantisipasi arus mudik pemerintah juga menyediakan 50 mobil tangki BBM, 16 mobil dispenser, 27 Kios Pertamax, hingga 26 motoris di sepanjang jalur mudik. Sementara untuk stok elpiji sebesar 439.845 metrik ton (MT).

“Sedangkan realisasi penyaluran elpiji mencapai 8,433 MT dan mencukupi untuk kebutuhan sekitar 21 hari,” kata dia.

Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan pasokan BBM dan listrik dapat berjalan normal pasca terjadinya tsunami di Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam.

Selain mengirimkan Emergency Response Team (ERT) ke lokasi bencana. Kementerian ESDM juga menugaskan Tim PLN dan Pertamina untuk memastikan ketersediaan listrik dan BBM bagi masyarakat di lokasi bencana.

GM Marketing Operation Region III Joko Pitoyo menjelaskan, terdapat 6 SPBU di sekitar daerah terdampak bencana tsunami yang tetap beroperasi, dua di antaranya beroperasi 24 jam.

Adapun SPBU tersebut meliputi SPBU 34-421-04 Cikoneng, Anyer; SPBU 34-422-03 Labuan, Jalan Jendral Sudirman 18, Labuan Pandeglang; SPBU34-422-12 Cibaliung, Jalan Sumur-Cibaliung, Suka jadi, Cibaliung, Pandeglang; SPBU 34- 422-05 Pejamben, Jalan Raya Anyer Km 4,5, Pejamben, Carita, Caringin, Pandeglang; SPBU 34- 422-13 Carita dan SPBU 34-422- 07 Panimbang.

“Tim kami siaga penuh karena Pertamina sudah membentuk tim satgas Natal dan Tahun Baru sejak 18 Desember lalu, tentunya dengan kondisi seperti saat ini semuanya telah dapat diantisipasi dan kami pastikan pasokan BBM dan elpiji aman untuk wilayah terdampak bencana,” ujar Joko.

Sementara itu, hingga 24 Desember 2018 penyaluran elpiji di wilayah terdampak bencana tsunami di Pandeglang, meningkat 10% dari rata-rata normal dan terserap kemasyarakat. Setidaknya telah tersalur 127.000 tabung elpiji baik PSO maupun non-PSO.

“Khusus penyaluran di wilayah terdampak bencana berjalan normal, di mana di 10 kecamatan wilayah Pandeglang yang terkena bencana telah terserap sekitar 7.552 tabung,” kata Joko.

Pertamina telah menyiagakan 425 pangkalan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Pandeglang untuk mengamankan pasokan kebutuhan masyarakat.

Dari jumlah tersebut, 121 di antaranya merupakan pangkalan siaga yang tersebar di 10 kecamatan terdampak tsunami di Kabupaten Pandeglang. Selain menyalurkan untuk kebutuhan masyarakat, Pertamina juga memasok kebutuhan LPG untuk dapur umum, di mana telah disalurkan bantuan Bright Gas di 3 dapur umum yang tersebar di Labuan, Carita, dan Angsana.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka mengatakan, PLN juga terus berupaya melakukan recovery kelistrikan akibat bencana tsunami yang menerjang sebagian wilayah Banten dan Lampung. Di wilayah Pandeglang PLN berhasil menyalakan seluruh gardu yang sebelumnya padam. Hal yang sama juga berhasil dilakukan Lampung.

Dari 22 gardu padam, 20 gardu sudah berhasil dinyalakan. Hambatan proses pemulihan kelistrikan, yakni akses jalan yang masih dalam proses pembersihan pihak Pekerjaan Umum (PU) serta cuaca buruk.

Di Pandeglang, sebanyak 310 personel gabungan yang diterjunkan untuk upaya perbaikan infrastruktur kelistrikan dari UID Banten, UID Jakarta, UID Jabar. Tim gabungan ini telah berhasil menyalakan 238 gardu distribusi dari total yang padam, yakni 248 gardu distribusi.

Selain itu, untuk menormalkan sementara empat gardu distribusi lainnya, PLN menyalakan genset. Di Lampung, sebanyak 40 personel gabungan yang datang dari ULP Kalianda, ULP Sidomulyo, ULP Sutami, serta UP3 Tanjung Karang.

Seluruh tim disebar untuk melakukan pemulihan dan menyalakan 22 titik tiang distribusi. “Dengan total capaian hari ini, artinya PLN berhasil menormalkan seluruh gardu distribusi yang sebelumnya padam untuk wilayah Pandeglang dan Lampung,” ungkap dia.

Made menambahkan, upaya pemulihan kelistrikan dan pengiriman bantuan sembako juga dilakukan di daerah-daerah terisolasi seperti di Pulau Sabesi, Lampung, dan desa sumur Kecamatan Pandeglang. Serta tak ketinggalan PLN juga memberikan penerangan untuk 22 posko pengungsian yang berada di Pandeglang.

Tak hanya itu, PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) mendirikan dapur umum di PLTU Labuan, Desa Sukarame dan Desa Sumur yang merupakan salah satu desa terisolir akibat bencana tsunami. Dalam sehari, dapur umum ini dapat memasak sebanyak 1.500 nasi bungkus untuk warga sekitar.

Pemilihan lokasi dapur umum berdasarkan survei dari berbagai macam tempat, yang satu lokasi dan banyak pengungsinya. Rencananya dapur umum ini akan terus hadir selama 10 hari ke depan. Selain dapur umum PLN dan YBM juga menyiapkan pelayanan kesehatan serta berlaku sebagai posko untuk membantu warga sekitar.

 

Saat ini terjadi sedikit hambatan pengiriman bantuan karena padatnya rute yang sempit dan ada sejumlah kendaraan yang terhenti di tengah jalan. “Sementara itu, untuk desa sumur bantuan air bersih sangat diperlukan,” ungkap Made.

Paralel Tim Gabungan YBM PLN dan PLN Peduli juga menyalurkan bantuan ke Kampung Ketapang dan Kampung Ciputih, Banten, serta Pulau Sebesi, Lampung. Adapun bantuan yang dikirimkan berupa kebutuhan sembako, makanan bayi, pakaian, peralatan mandi, popok, pembalut, obat-obatan, gas dan air. Tidak hanya itu, bantuan penerangan berupa 43 unit genset juga telah didistribusikan ke wilayah Banten yang terdampak bencana dan dua unit genset untuk Lampung.

 

 

Source: Okezone.com