Empat Menteri Raih Penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018
Thursday, 06 December 2018
Empat Menteri Raih Penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018
istimewa

Jakarta-Sebanyak 4 Menteri meraih penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018 untuk kategori penghargaan Top IT Implementation on Ministry 2018. Pemberian penghargaan  yang diselenggarakan majalah It Works yang berlangsung di Golden Ballroom – The Sultan Hotel Jakarta, Kamis, (6/12). 

Ke-empat menteri  yang meraih penghargaan itu antara lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek. Penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018 untuk kategori penghargaan Top IT Implementation on Ministry 2018 juga diberikan kepada Kepala BLU Bakti Kominfo Anang Latief dan Kepala Lembaga Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Prabowo.

"Mereka berhasil dalam pemanfaatan implementasi IT dan Telco-nya. Hal itu menjadi kunci dalam kriteria utama penilaian untuk menentukan pemenang kegiatan Top IT Telco 2018,"kata Ketua Penyelenggara sekaligus Pemimpin Redaksi majalah It Works Moh. Lutfi Handayani di Jakarta, Kamis (6/12) dalam siaran persnya. 

Kegiatan ini, lanjutnya sudah dimulai proses penyaringannya pada bulan Juli 2018 melalui kuisioner ke masing-masing lembaga. "Peserta mengirimkan jawaban dari kuisioner tersebut,"jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengundang dalam wawancara penjurian pada 9 Oktober hingga 6 November 2018. Ia memastikan kegiatan yang dilakukannya tidak hanya sekedar penghargaan semata. "Kita ingin mendorong bagaimana untuk terus meningkatkan implementasi IT ini,"terangnya. 

Beberapa Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati, dan Para CEO serta IT Manager, hadir dalam kegiatan ini untuk menerima penghargaan bergengsi tersebut. 

Penilaiannya dilakukan secara obyektif dan independen oleh para pakar IT yang tergabung di beberapa asosiasi IT & TELCO terhadap perusahaan dan instansi pemerintahan, termasuk kementerian dan lembaga negara. TOP IT & TELCO 2018 ini, merupakan event tahunan yang ke-5, sejak pertama kalinya diselenggarakan pada tahun 2014. 

Dalam TOP IT & TELCO 2018 ini, tema yang diangkat adalah Great IT for Great Business & Government. Artinya, dengan membangun Solusi IT & TELCO yang hebat, maka kita akan dapat membangun bisnis dan pemerintahan yang hebat pula, terutama dalam mengadapi era digital yang bersifat disruptive ini. 

Event TOP IT & TELCO 2018 ini diselenggarakan oleh majalah It Works, yang bekerjasama dengan beberapa asosiasi TI TELCO dan Konsultan TI Independen. 

Lutfi menjelaskan, bahwa kegiatan TOP IT & TELCO ini diikuti oleh 200 perusahaan dan instansi terbaik yang direkomendasikan oleh para pakar IT TELCO, lalu terpilih 150 perusahaan finalis.

Ketua Dewan Juri TOP IT & TELCO 2018 Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin MSc. MEng. menyampaikan beberapa temuan penting selama proses penilaian berlangsung. Selama proses presentasi dan wawancara penjurian berlangsung, Dewan Juri menemukan beberapa temuan penting terkait implementasi TI di perusahaan dan instansi pemerintahan.

Selain fokus pada pengembangan aplikasi dan solusi TI TELCO, sebaiknya manajemen Perusahaan dan Instansi Pemerintahan, juga harus membangun IT Culture, agar pemanfaatan Solusi IT TELCO-nya menjadi maksimal. Perhatian terhadap pengembangan IT Culture, dinilai masih belum maksimal. Semahal dan sehebat apapun fitur aplikasi/ solusi bisnis yang dikembangkan, akan menjadi tidak maksimal dalam pemanfaatannya jika IT Culture tidak dibangun dengan lebih serius. 

IT Security, masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional kita jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistema keamanan IT kita masih lemah.

Oleh karena itu, Dewan juri merekomendasikan penggunaan BlockChain dalam pengembangan solusi digital kedepan. Blockchain dirancang agar aman (secure by design) dan merupakan contoh sistem komputasi terdistribusi dengan Byzantine Fault Tolerance (BFT) yang tinggi sebagai smart contacts. Konsensus terdesentralisasi dapat dicapai dengan blockchain yang membuat teknologi ini cocok untuk merekam peristiwa, catatan medis, catatan transaksi keuangan digital, dan aktivitas pengelolaan record lainnya. Seperti manajemen identitas, pemrosesan transaksi keuangan, dokumentasi barang bukti, pelacakan (tracking system), hingga aplikasi system kepemerintahan seperti pemungutan suara (voting) yang membutuhkan sistem keamanan tinggi.

Teknologi blockchain difungsikan sebagai buku besar publik secara digital untuk semua transaksi yang terjadi dalam jaringan. Blockchain dikelola oleh sebuah jaringan secara kolektif dengan mengikuti protokol tertentu untuk komunikasi antar node dan mengkonfirmasi blok-blok dari pengguna.

Pentingnya sinkronisasi dan integrasi aplikasi yang didevelop oleh Pemerintahan Pusat, yang digunakan/ diinput oleh instansi daerah. Ada sekitar 45 aplikasi dari beberapa Kementerian  dan Lembaga di pusat, yang harus digunakan dan diinput datanya oleh instansi di daerah. Begitu data sudah ditarik ke pusat, maka ketika Pemda memerlukan data yang sama, mereka harus melakukan input data ulang. Selain menjadi tidak efisien karena harus melakukan input data dua kali, data yang dihasilkan pun seringkali berbeda. Jadi tidak heran, jika data masing-masing instansi di negeri ini, seringkali berbeda. Oleh karena itu perlu ada Goverment Platform untuk aplikasi-aplikasi layanan publik.

Selain empat menteri yang mendapatkan penghargaan sejumlah pemerintah daerah juga mendapatkan penghargaan serupa. Pemerintah daerah yang meraih penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018 antara lain Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kota Cirebon, Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kota Sukabumi. 

Selanjutnya, Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Kota Cimahi, Pemerintah Kota Surakarta, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Pemerintah Kabupaten Boyolali, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Sragen, Pemerintah Kabupaten Batang, Pemerintah Kabupaten Agam. Pemerintah Kabupaten Kendal, Pemerintah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 

Sedangkan Pemerintah Kota Denpasar meraih penghargaan khusus TOP IT on Mobile Apps for Data & Public Service Center 2018. Pemerintah Kota Sukabumi meraih penghargaan khusus TOP IT on Smart Economy 2018. Pemerintah Kota Depok meraih penghargaan khusus TOP IT on Depok Single Window for Public Services 2018. Pemerintah Kota Cimahi meraih penghargaan khusus TOP IT on IT Infrastructure Development 2018 dan Pemerintah Kota Surakarta meraih penghargaan khusus TOP IT on Solution for Increasing of Local Government Revenue (PAD) 2018. Pemerintah Kabupaten Sragen meraih penghargaan sektor TOP IT Implementation on Regency Government 2018. 

Pemerintah Kabupaten Agam meraih penghargaan khusus TOP IT on e-Planning Improvement 2018. Pemerintah Kabupaten Sleman meraih penghargaan khusus TOP IT on Smart City Application 2018. Pemerintah Kabupaten Banyuasin meraih penghargaan khusus TOP IT on Integrated Public Service 2018 dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur meraih penghargaan khusus TOP IT Improvement 2018. 

Sedangkan untuk kategori TOP IT on Nuclear Knowledge Management 2018 diberikan kepada Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (Lapan). Selain itu, untuk kategori TOP IT on Minimarket Development 2018 diberikan kepada Hipsi. Untuk kategori TOP IT on WTON Mobile Apps 2018 diberikan kepada PT Wijaya Karya Beton Tbk. 

Penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018 juga diberikan kepada pimpinan PT Rumah Sakit Pelni, PT Waskita Precast Beton Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PDAM Intan Banjar, PT Pertamina (Persero), PT Inti Bangun Sejahtera Tbk,  PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pelni (Persero), PT Pelita Indonesia Djaya Corporation (PIDC), PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Jasa Raharja (Persero),  PT Pelabuhan Indonesia II,  PT Perkebunan Nusantara X (Persero), PT Sucofindo (Persero), PT Bukit Asam Tbk, PT AJS Amanahjiwa Giri Artha (Amanah Githa), PT Bank Sinarmas Tbk, PT Rekayasa Industri, PT Pembangkitan Jawa Bali, PDAM Bandarmasih, PT Asuransi Jasaraharja Putera, PT Bank Riau Kepri, PT Bank DKI, dan PT Bio Farma (Persero). 

Selanjutnya, PT Marga Mandala Sakti, PDAM Kota Malang, PT Citilink Indonesia, RS Premier Jatinegara,  Grand Hyatt Hotel, PT Mega Akses Persada (Fiberstar), PT Mandiri Tunas Finance,  PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pelabuhan Tanjung Priok, PDAM Giri Menang, PT Bank BJB Tbk dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia. 

Sedangkan PT Wijaya Karya Beton Tbk meraih penghargaan khusus TOP IT on WTON Mobile Apps 2018. PT AJS Amanahjiwa Giri Artha (Amanah Githa) meraih penghargaan khusus TOP IT on Kaffah Core System Application 2018. PT Perkebunan Nusantara VII meraih penghargaan khusus TOP IT on ERP Implementation 2018. RSPAD Gatot Soebroto meraih penghargaan khusus TOP IT on TeleMedicine Center 2018. BPJS Kesehatan meraih penghargaan khusus TOP IT on Mobile BPJS Development 2018. 

RSUD Kota Tangerang meraih penghargaan khusus TOP IT on RSUD Apps Development 2018. PT Adhi Persada Gedung meraih penghargaan khusus TOP IT on QHSE Information System 2018. PT Indonesia Power meraih penghargaan khusus TOP IT on Industry 4.0 Development 2018. PT Indomobil Finance Indonesia meraih penghargaan khusus TOP IT on Multifinance Integrated Online Core System 2018.  PT Bank Kesejahteraan Ekonomi meraih penghargaan khusus TOP IT on Cooperative & Minimarket Development 2018.