Harita Nickel Bangun Kemandirian Melalui Program Peningkatan Tanaman Pangan dan Holtikultura
Friday, 30 November 2018
Harita Nickel Bangun Kemandirian Melalui Program Peningkatan Tanaman Pangan dan Holtikultura

Jakarta - Harita Nickel yang terdiri dari PT Trimegah Bangun Persada dan PT Megah Surya Pertiwi, terus menjalin hubungan dengan warga di sekitar Pulau Obi untuk meningkatkan ekonomi dan kemandirian masyarakat, khususnya di Desa Kawasi. Oleh karena itu, program pengembangan komunitas CSR Harita Nickel memiliki kegiatan pengembangan dan peningkatan tanaman pangan serta holtikultura di Desa Kawasi.

"Program pengembangan dan peningkatan tanaman pangan dan holtikultura ini merupakan salah satu program Comdev CSR untuk meningkatkan ekonomi dan kemandirian masyarakat Desa Kawasi," kata Chief Deputy Head Exrel dan CSR Harita Nickel, Alexander Lieman, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/11/2018).

Alex mengatakan, program ini diikuti oleh ibu-ibu dari Desa Kawasi yang tergabung dalam komunitas Kube Ora Et Labora yang merupakan supplier sayuran dan holtikultura ke MSP dan KSU Anisa Jaya. Selain itu juga diikuti oleh ibu-ibu yang tidak memiliki kegiatan usaha dan para petani pelopor yang memiliki sudut pandang visioner di bidang pertanian.

"Program ini sudah berjalan sejak bulan Mei lalu. Sejak program ini dimulai sudah mendapatkan respon positif dari warga karena menurut mereka program ini telah nyata terlihat hasilnya," kata Alex.

Ada beberapa tujuan pokok yang ditekankan dalam program ini yaitu pengenalan dasar praktek pertanian, ekstensifikasi lahan, intensifikasi lahan tersedia, peningkatan ekonomi masyarakat desa di sektor pertanian, memenuhi kebutuhan pasar, pengorganisasian KUBE dan petani pelopor dalam implementasi di lapangan, manajemen kemandirian usaha dan dampak sosial program di masyarakat.

Dijelaskan, setelah diberikan pengenalan cara berbudidaya melalui praktek demplot sederhana, pengurus dan anggota Kube merasa yakin untuk lebih meningkatkan di bidang pertanian. "Mereka menunjukkan kemauan untuk mendengar,  melihat dan mencontoh secara langsung di lapangan, mengingat pada masa sebelumnya belum pernah ada program pertanian yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan," kata Alex.

Kemudian, melalui ekstensifikasi lahan yang awalnya mempergunakan lahan seluas 2 hektare, ke depan akan lebih diperluas. Karena pengembangan jenis sayuran dan volume semakin meningkat.

Dalam aplikasi untuk intensifikasi lahan yang telah dilakukan Kube antara lain komoditi kangkung, terong, kacang panjang, daun bawang dan jagung manis. Sedangkan komoditi holtikultura yang dikembangkan hingga saat ini adalah cabai besar, cabai rawit, sawi, kacang tanah, kacang hijau, tomat dan pare.

"Semangka dan blewah juga merupakan komoditi buah-buahan yang dikembangkan di lahan Akelamo," kata Alex.

Ia mengatakan, dampak ekonomi sejak program ini diluncurkan adalah adanya tambahan pendapatan dari para anggota. Seiring dengan keberhasilan panen maka kas Kube meningkat dan akan dibagikan secara periodik dan merata kepada para anggotanya.

"Hasil panen dari usaha pemberdayaan ini yang utama adalah memenuhi kebutuhan sayuran perusahaa," kata Alex.

Alex mengatakan, salah satu tujuan utama adanya program Comdev di bidang pertanian adalah membuat para peserta dan warga pada umumnya dapat mandiri secara utuh di segala lini. 

"Pada awalnya perusahaan melalui program CSR memberikan stimulan berupa bantuan alat-alat pertanian, tenaga, fasilitas sarana dan prasarana baik di lapangan maupun di keorganisasian. Dari bantuan awal tersebut ke depan diharapkan peserta dapat secepatnya mengabsorsi tujuan dari kemandirian usaha ini," kata Alex. (ars)