TENCEL Dukung Perhelatan Perdana Eco Fashion Week Indonesia 2018
Friday, 30 November 2018
TENCEL  Dukung Perhelatan Perdana Eco Fashion Week Indonesia 2018

Jakarta – Lenzing Group, produsen serat berbasis Austria, yang di Indonesia bernaung di bawah PT South Pacific Viscose (SPV), melalui salah satu produknya, TENCEL™, mengumumkan partisipasinya sebagai salah satu sponsor utama dalam perhelatan Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) 2018 di Jakarta. Dukungan Lenzing Group ini selaras dengan visi dan misi dari EFWI, yakni untuk melestarikan kekayaan seni tekstil Indonesia melalui metode dan inovasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. TENCEL™ adalah merek serat unggulan Lenzing untuk tekstil yang lembut pada kulit, halus saat disentuh dan membuat kulit terasa sejuk sepanjang hari. Serat yang terbuat dari serat kayu bersertifikasi ini memiliki sifat bahan yang biodegradable atau mudah terurai.

Untuk membuktikan keunggulan serat TENCEL™, Lenzing akan mempersembahkan sebuah pagelaran busana (fashion show) bertajuk ‘New Faces’. Pagelaran yang bekerja sama dengan 15 desainer muda berbakat Indonesia ini akan menampilkan model pakaian yang berbahan dasar TENCEL™. Beberapa diantara mereka juga telah menjadi finalis dan partisipan dalam ragam ajang fesyen. ‘New Faces’ akan menampilkan 11 desain pakaian kasual untuk wanita, 4 desain pakaian kasual untuk pria, 10 rancangan dengan tema Batik for Red Carpet, dan 15 desain haute couture.Fashion show ini juga merupakan kolaborasi Lenzing dengan EASE brand.EASE merupakan salah satu brand pakaian premium dari Indonesia, dimana mereka menggunakan 100% sustainable raw material untuk semua koleksinya.

 

“Merupakan sebuah kebanggaan bagi Lenzing Indonesia untuk secara aktif berpartisipasi dalam penyelenggaraan perdana Eco Fashion Week Indonesia 2018. Hal ini tentunya selaras dengan visi Lenzing untuk mengedukasi konsumen dan mempromosikan keunggulan produk kami, TENCEL™, yang terbuat dari bahan baku alam dan ramah lingkungan. Melalui perhelatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk membangun industri tekstil dan fesyen Tanah Air yang etis dan berkelanjutan. Selain itu, Lenzing juga ingin memberikan wadah yang tepat bagi bibit-bibit desainer muda Indonesia untuk belajar, menyalurkan ekspresi dan kreativitas, serta menghasilkan karya yang mampu berkompetisi di ranah nasional maupun internasional”, jelas Winston Mulyadi, Lenzing Indonesia Commercial Head – SEA Region.

Senada dengan Lenzing, Rita M.Darwis, Project Director EFWI 2018, juga mengungkapkan, “EFWI dipersembahkan untuk semua orang dan mengundang semua orang untuk terlibat di dalamnya. Entah itu pengamat, pelaku fesyen, desainer, media lokal dan internasional, pelaku bisnis dan pemerintah pusat dan daerah. Kami ingin menyulut dan menginspirasi siapapun yang hadir untuk mengubah perspektif fesyen mereka. Indonesia berpeluang menjadi salah satu produser slow fashion terbesar di dunia, namun kita perlu mendesain ulang praktik-praktik yang belumsustainable, termasuk di industri fesyen.”

 

Perhelatan yang digelar hingga 2 Desember ini akan menampilkan karya fesyen dari 30 orang desainer nasional dan internasional yang telah menerapkan konsep yang aman bagi lingkungan dan ethical production, baik dengan cara recyling, upcycling atau menggunakan bahan organik dan natural yang mampu meminimalisir jejak karbon.Selain fashion show dan workshop, Eco Fashion Week Indonesia 2018 juga akan menampilkan berbagai hasil kompetisi yang diikuti oleh komunitas serta penayangan festival film fashion. (ANP)