Dua Anak Buah Sofyan Basir Dipanggil KPK Terkait Suap PLTU Riau-1
Wednesday, 28 November 2018
Dua Anak Buah Sofyan Basir Dipanggil KPK Terkait Suap PLTU Riau-1

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi yang merupakan pejabat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek pem‎bangunan PLTU Riau-1, pada hari Rabu (28/11/2018).

 

Dua anak buah Sofyan Basir tersebut yakni, Kepala Divisi Batubara Harlen dan Kepala Divisi Pengembangan Regional Sumatera Suwarno. Keduanya akan diperiksa untuk proses penyidikan mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham (IM).

 

"‎Dua saksi diperiksa untuk tersangka IM," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (28/11/2018).

 

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

 

Eni diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai USD900 juta.

 

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

 

‎Johanes Kotjo sendiri telah didakwa oleh Jaksa penuntut umum pada KPK. Sementara Eni berkasnya telah dilimpahkan ke tahap penuntutan dan akan segera disidang. Untuk Idrus Marham saat ini masih dalam proses penyidikan di KPK.

 

Source : Okezone