Gelapkan Uang Rp2,1 Miliar, Eks Direktur BPR Divonis 2 Tahun Bui
Tuesday, 27 November 2018
Gelapkan Uang Rp2,1 Miliar, Eks Direktur BPR Divonis 2 Tahun Bui

BATAM - Erlina, mantan Direktur BPR Agra Dhana dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 tahun dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (27/11/2018) siang. Ia divonis karena terbukti menggelapkan uang bank tempatnya bekerja hingga Rp2,1 miliar.

 

Dalam amar putusan majelis hakim Mangapul Manalu, Jasael dan Rozza El Afrina, terdakwa Erlina dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang dilakukan secara berlanjut. Padahal, ia sempat didakwa dengan Undang-Undang Perbankan.

 

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun, dikurangi sepenuhnya dengan masa penahanan yang telah dijalani," kata Hakim Mangapul Manalu.

 

Ilustrasi

 

Putusan ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsul Sitinjak dan Rosmalina Sembiring. Pasalnya, JPU dari Kejaksaan Negeri Batam menuntut Erlina hukuman 7 tahun penjara karena terbukti bersalah melanggar Pasal 49 UU Perbankan jo Pasal 64 KUHP.

 

Meskipun dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan, hal yang memberatkan terdakwa, yakni terdakwa melakukan perbuatan pidana penggelapan saat menjabat sebagai pimpinan yang justru merugikan perusahaan dan memberikan contoh yang tidak baik pada bawahannya. Selain itu, Erlina sepanjang persidangan tidak mengakui perbuatannya.

 

Sementara itu, dalam persidangan pemeriksaan saksi dan ahli sempat terungkap bahwa Erlina menggelapkan uang BPR Agra Dhana dengan total Rp2,1 miliar. Nilai ini diketahui berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh OJK Provinsi Kepri.

 

Pada persidangan sebelumnya, ahli yang melakukan audit khusus di BPR Agra Dhana menyatakan pihak OJK telah melakukan audit di BPR Agra Dhana selama 5 hari kerja. Audit yang dilakukan berupa klarifikasi dan wawancara terhadap pegawai serta pemeriksaan dokumen untuk mencari informasi terkait transaksi yang berkaitan dengan Erlina.

 

"Hasil pemeriksaan disimpulkan ada indikasi penyimpangan ketentuan perbankan di BPR Agra Dhana," kata ahli kala itu.

 

Ilustrasi penjara

 

Ahli menjabarkan, terdapat beberapa transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan seperti dana keluar yang tidak dicatatkan dan lainnya. Ahli juga menyampaikan, hasil pemeriksaan diketahui bahwa Erlina telah mengambil uang BPR Agra Dhana senilai Rp2,1 miliar untuk kepentingan pribadi.

 

"Ditemukan juga transaksi BPR yang seharusnya ada uang masuk ke rekening milik BPR Agra Dhana senilai Rp275 juta. Namun, faktanya yang masuk hanya Rp125 juta. Selisih Rp150 juga kami tanyakan kepada pihak BPR Agra Dhana dan diakui digunakan oleh terdakwa," kata ahli lagi.

 

Hasil pemeriksaan atau audit tersebut, sambung ahli, tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dikeluarkan pada September 2017. Dan pihak OJK juga melakukan klairifikasi kepada Erlina pada Januari 2018 dan kala itu terdakwa mengaku tidak ingat dengan rincian transaksi yang disampaikan OJK.

 

Source: Okezone.com