Produsen Sari Roti Didenda Rp2,8 Miliar, Begini Kronologinya
Tuesday, 27 November 2018
Produsen Sari Roti Didenda Rp2,8 Miliar, Begini Kronologinya

JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membayar denda sebesar Rp2,8 miliar. Produsen Sari Roti dianggap melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 jo Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010.

Kasus produsen Sari Roti ini masuk dalam perkara nomor 07/KPPU-M/2018 yang berisi Laporan Keterlambatan Pemberitahuan terkait Keterlambatan Pemberitahuan Pengambilalihan (Akuisisi) Saham PT Prima Top Boga oleh PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

 

Ketua Majelis Komisi Ukay Karyadi serta Anggota Komisi Guntur S. Saragih dan Dinni Melanie, memutus terlapor yakni PT Nippon Indosari Corpindo Tbk membayar denda sebesar Rp2,8 miliar yang harus disetor ke Kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

 

Dalam pembacaan putusan yang dilakukan, juga dijelaskan bahwa terlapor melakukan akuisisi/transaksi pengambilalihan saham terhadap PT Prima Top Boga pada tanggal 24 Januari 2018, Sebesar 32.051 lembar saham (penerbitan lembar saham baru) yang diambil alih dengan cara penambahan modal senilai Rp31.499.722.800 oleh PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

 

Setelah adanya proses yang panjang, melalui Direktorat Merger, disampaikan bahwa berdasarkan penghitungan hari kalender, pemberitahuan pengambilalihan saham perusahaan PT Prima Top Boga seharusnya diberitahukan kepada Komisi paling lambat pada tanggal 23 Maret 2018. Namun terlapor melaporkan pengambilalihan saham pada tanggal 29 Maret 2018.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010, bahwa terlapor wajib memberitahukan kepada Komisi mengenai pengambilalihan saham Selambat-Lambatnya 30 (tiga puluh) Hari kalender, demikian dikutip dari laman KPPU, Selasa (27/11/2018).

 

Source: okezone