Kemendagri Imbau Masyarakat Proaktif Rekam Data E-KTP
Monday, 26 November 2018
Kemendagri Imbau Masyarakat Proaktif Rekam Data E-KTP

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik (e-KTP) agar segera melaporkan diri ke desa dan kecamatan setempat. Imbauan itu untuk mendukung percepatan target pemerintah dengan program Single Identity Number (SIN) tahun 2019, di mana perekaman e-KTP jadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat untuk aktif datang ke tempat-tempat pelayanan e-KTP yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah," ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Di samping jajaran Dukcapil telah berupaya melakukan jemput bola. Peran aktif masyarakat kata dia, juga sangat penting karena sebagaimana kita ketahui, penduduk itu sebagian di antaranya hidupnya sangat dinamis termasuk tempat tinggalnya beberapa di antara sering berpindah-pindah (nomaden) maka alamat terakhir di mana berdomisili diimbau agar dilaporkan segera kepada unit-unit layanan terdekat.

"Masyarakat yang belum merekam e-KTP supaya bisa difasilitasi dengan baik, melalui desa, kelurahan maupun kecamatan," imbuh Bahtiar.

Ia menyebut cara itu akan efektif untuk memaksimalkan perekaman data. Artinya, kepala desa, lurah hingga camat harus cekatan dan sigap dalam mengupayakan warganya memiliki KTP elektronik.

"Mereka juga harus saling berkoordinasi supaya itu bisa disampaikan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota," tegasnya.

Terkhusus bagi warga yang belum melakukan perekaman data kependudukan lanjut Bahtiar, ia menyarankan untuk aktif dan melaporkan ke desa, kelurahan atau kecamatan supaya segera difasilitasi.

Dengan data kependudukan yang valid dan akurat, kata Bahtiar, maka akan memudahkan pemerintah pusat dan daerah untuk menentukan kebijakan strategis pembangunan maupun kebijakan anggaran.

"Selain itu, data e-KTP ini juga jadi acuan data untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu serentak 2019. Mereka yang tidak mengantongi e-KTP akan kehilangan hak pilihnya, maka segeralah masyarakat lakukan perekaman e-KTP sebagai bentuk dukungan menjaga hak konstitusional dan hak politik dalam pemilu serentak 2019," pungkasnya.

Ia menjelaskan, perekaman e-KTP sangat penting bagi masyarakat sekaligus untuk membantu KPU mendapat data lokasi tempat tinggal penduduk guna menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti. KPU lanjutnya, saat ini sedang berupaya melakukan perbaikan data DPT tahap ke-2 yang rencananya akan ditetapkan dan diumumkan pada tanggal 16 Desember 2018.

Oleh karenanya, pemerintah sangat berharap kepada seluruh masyarakat untuk mendukung kerja keras KPU dalam melakukan penyempurnaan DPT. Hal tersebut dapat terwujud jika warga masyarakat sendiri juga berperan aktif mendaftarkan diri dan mengecek namanya pada KPU untuk memastikan terdaftar dalam DPT.

 

Source: okezone