Dunia Usaha Berharap Cawagub DKI Memahami Persoalan Jakarta
Monday, 12 November 2018
Dunia Usaha Berharap Cawagub DKI Memahami Persoalan Jakarta

JAKARTA - Paska Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Uno mundur dari jabatannya karena maju menjadi Cawapres maka posisi DKI-2 pun kosong. Sesuai UU No.10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah maka DPRD akan melaksanakan pemilihan Wakil Gubernur sisa masa jabatan berdasarkan usulan dari partai politik pengusung.



Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, berharap Wagub DKI Jakarta pengganti Sandi Uno, benar-benar memahami karasteristik kota Jakarta sebagai kota jasa, termasuk dapat bekerja sama penuh dengan Gubernur Anies Baswedan.



"Bagi dunia usaha, siapapun sosok itu enggak ada masalah yang penting mampu bersama-sama Gubernur mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi yang telah ditawarkan kepada masyarakat Jakarta. Sebagai kota jasa, dunia usaha membutuhkan kebijakan yang pro bisnis dan pro dunia usaha maka sangat dibutuhkan pendamping pak Gubernur yang andal dan profesional yang mampu mem-back up tugas dan fungsi Gubernur," ujar Sarman kepada SINDOnews, Senin (12/11/2018).



Menurut Sarman, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta sangat strategis sehingga harus benar-benar yang sejalan, sevisi dan seirama dengan Gubernur dalam menjalankan fungsi, tugas dan kebijakan yang akan dibuat.



Kadin DKI berharap partai pengusung dalam menyeleksi kadernya yang akan diajukan menjadi Calon Wakil Gubernur, benar-benar diseleksi melalui fit and propertest yang ketat sehingga sesuai dengan harapan masyarakat Jakarta.



Kepentingan masyarakat Jakarta harus lebih dikedepankan dan diutamakan dari pada kepentingan partai pengusung. "Bila perlu dipertimbangkan dari luar partai akan tetapi benar-benar sosok yang profesional yang mampu mengimbangi kinerja Gubernur," tambahnya.



Sarman menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jakarta kuartal III-2018 mencapai 6,4%, meningkat dari kuartal II sebesar 5,93%. Hasil ini sangat mengembirakan, menandakan kinerja dan aktivitas perekonomian Jakarta sangat positif, terlebih dampak Asian Games yang menggairahkan sektor pardagangan, pariwisata dan transportasi.



Tren pertumbuhan ekonomi kuartal III ini menunjukkan prospek pertumbuhan ekonomi kuartal IV memiliki prospek yang positif. Momentum ini harus tetap dijaga sehingga pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2018 dapat menembus diatas6% yang 5 tahun terakhir ini belum pernah tercapai. 



APBD kota Jakarta 2019 diperkirakan mencapai Rp87 triliun, naik sekitar Rp10 triliun dari APBD 2018 sebesar Rp77 triliun. Potensi pertumbuhan ekonomi Jakarta diatas 6% tahun 2019 sangat berpeluang dengan penyerapan APBD yang maksimal dan tepat waktu.



"Nah ini salah satu tugas utama Wakil Gubernur membantu Gubernur dalam mengelola, mengkoordinasikan dan mengevaluasi penyerapan anggaran ini sehingga dapat mewujudkan visi Gubernur yaitu Jakarta kota maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua."

 

Sarman pun berharap visi dan misi pembangunan 5 tahun di Jakarta ini tetap berjalan baik, meski memasuki proses demokrasi Pemilihan Presiden dan Pileg pada tahun 2019 mendatang.



Kolaborasi Cawagub dan Gubernur DKI harus bisa membuat kondisi Jakarta tetap kondusif, aman, nyaman dan tidak gaduh memasuki Pilpres. Sehingga tidak mengganggu aktivitas bisnis dan investasi.



"Pada kondisi seperti ini sangat dibutuhkan calon pendamping Gubernur yang memiliki leadership yang mumpuni, cerdas, proaktif bersama Gubernur dalam menjawab berbagai tantangan dan permasalahan kota Jakarta," ujar Sarman yang juga Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia DKI Jakarta.

 

Source: sindonews.com