The Grinch yang Klasik tetapi Fresh
Friday, 09 November 2018
The Grinch yang Klasik tetapi Fresh

Genre: Animasi

Sutradara: Scott Mosier, Yarrow Cheney

Pengisi suara: Benedict Cumberbatch, Rashida Jones, Pharrell Williams

Durasi: Hampir 1,5 jam

Distributor: Universal Pictures

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 9 November 2018

 

Buku cerita How the Grinch Stole Christmas! karya Dr. Seuss, berisi tentang sosok pemarah The Grinch, yang hidup dengan anjingnya bernama Max, di Gunung Crumpet. Dia menghindari orang-orang Whoville di lembah, terlebih setiap perayaan Natal. Menurut The Grinch, mereka merayakannya secara berlebihan. Semua tentang kebisingan, kebisingan, kebisingan, kebisingan. Penduduk Whoville sangat suka bernyanyi, menghias rumah, dan makan-makan saat menyambut Natal. Grinch tidak menyukainya. 

Karena itu, The Grinch ingin mencuri sukacita tersebut. Pada 24 Desember malam, dia berlaku seperti Santa Claus. Bedanya, santa selalu membagi-bagikan hadiah, The Grinch merenggutnya. Dia merampok semua hiasan Natal, mainan, pohon, kado, semuanya terkait Natal.

Namun tentu saja, meriahnya Natal tak sekadar dekorasi dan suasananya. Setelah seluruh pernak-pernik Natal hilang, warga Whoville tetap berkumpul dan tak sedikit pun menghentikan kebiasaan mereka pada hari Natal. Hati The Grinch pun membesar tiga kali lipat, sekaligus menyadari makna indahnya Natal. 

Selama bertahun-tahun sejak diterbitkan Random House pada 1957, The Grinch menjadi langganan cerita dalam berbagai versi, layar lebar maupun layar kaca. Dengannya, keluarga dari berbagai generasi menikmati tradisi liburan yang juga mengingatkan makna sesungguhnya Natal yaitu kasih, pengampunan, dan kebaikan. 

Menjelang akhir tahun ini, giliran Illumination dan Universal Pictures menampilkan "The Grinch" ke versi animasi 3D. Sukses mengangkat buku Dr. Seuss "Horton Hears a Who!" (2008) dan "The Lorax" (2012), rumah produksi  yang sama 'setia' dengan karya aslinya. Hal itu dibuktikan dengan adanya narator yang disuarakan penyanyi Pharrel Williams. 

Penonton diajak seperti membaca halaman demi halaman buku, dengan visual ceria dan berwarna-warni. Meski The Grinch dikisahkan pemarah, tetapi ekspresi lewat tampilan dan suara aktor Bennedict Cumberbatch, mampu menjadikannya tetap lucu dan segar.

Kalau pun penonton tak pernah tahu tentang karya klasik Dr. Seuss tersebut, "The Grinch" yang 'refreshing' ini bahkan bisa menjadi pemancing untuk mencari tahu dan membaca How the Grinch Stole Christmas! 

(MAR)