Baznas Bangun Rumah Sakit Lapangan di Palu
Thursday, 08 November 2018
Baznas Bangun Rumah Sakit Lapangan di Palu

Rumah Sakit Lapangan ini diresmikan oleh Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Direktur PT Tradecorp Indonesia Juliana Wahid, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, dan Bupati Sigi M Irwan Lapata.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyampaikan terima kasihnya atas kepedulian Baznas dan PT Tradecorp Indonesia yang telah membantu masyarakat Palu dapat bangkit lagi usai bencana melanda.

"Selama ini layanan kesehatan yang BAZNAS berikan kepada para pengungsi telah banyak membantu, kini dengan dibangunnya Rumah Sakit Lapangan bersama PT Tradecorp Indonesia, masyarakat di Sigi ini dapat lebih terjaga kondisi kesehatannya," kata Longki di lokasi, Kamis (8/11/2018).

Rumah Sakit Lapangan didirikan dari empat unit kontainer ukuran 6x2,4 meter di atas tanah lapang yang kini menjadi pusat kegiatan warga terdampak gempabumi dan likuefaksi di kawasan tersebut.

Direktur PT Tradecorp Indonesia, Juliana Wahid berharap bantuan kontainer ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

"Semoga masyarakat terdampak gempa diberikan ketabahan, kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat bangkit dan tegar karena sesungguhnya bersama kesulitan akan datang kemudahan," ujarnya.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan, bahwa layanan kesehatan di dalam Rumah Sakit Lapangan ini dapat menjadi pilihan utama warga terdampak gempa yang membutuhkan bantuan medis lebih.

"Layanan kesehatan di dalam kontainer semoga membuat masyarakat terdampak gempa menjadi lebih nyaman sehingga proses penyembuhannya optimal," terangnya.

Berbagai layanan medis disediakan antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), persalinan, rawat inap, layanan laktasi dan layanan farmasi.

Layanan Rumah Sakit Lapangan di dalam kontainer ini melanjutkan layanan kesehatan oleh Rumah Sehat BAZNAS kepada para korban sejak awal bencana terjadi.

Kontainer ini dikirim langsung dari Jakarta oleh Meratus Line, sebuah perusahaan ekspedisi pelayaran antar pulau di Indonesia secara gratis tanpa dipungut biaya. Kapal pengangkut kontainer ini, berlayar selama 14 hari dari pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta, kemudian ke Surabaya, lalu ke Pelabuhan Pantoloan, Palu.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan penerima manfaat yang berada di pengungsian, BAZNAS sampai saat ini juga terus mendistribusikan logistik kepada para pengungsi," tandas Bambang.