Serunya Kombinasi Perang dan Horor dalam Overlord
Wednesday, 07 November 2018
Serunya Kombinasi Perang dan Horor dalam Overlord

Diawali dengan suasana bertahan dalam Perang Dunia II, "Overlord" menggiring penontonnya ke kondisi kelainan misterius yang dialami manusia. Jika kuatir terganggu dengan kekerasan, tampilan monster, dan kegilaan ilmu pengetahuan, sutradara Julius Avery memberikan pesan yang membantu.

"Siapa pun yang takut dengan visual menakutkan, harus tetap menyaksikan "Overlord" sampai akhir, karena saya jamin mereka akan keluar bioskop dengan senyuman lebar," kata Avery.

Jaminan itu bisa membantu Anda yang tak suka cerita perang, action berdarah-darah, maupun horor ala zombie. Sebaliknya, kalau ketiganya Anda suka, maka "Overlord" adalah kombinasi yang tepat.

Hanya beberapa jam sebelum kemenangan sekutu, prajurit Amerika Serikat diterjunkan ke desa Perancis, yang dikuasai Nazi. Mereka mengemban misi krusial demi suksesnya invasi, yaitu menghancurkan menara radio di atas bangunan gereja. Sejumlah tentara yang bertahan, berhasil menyusup mendekati target. Namun, menara radio dijaga ketat, dan menyimpan laboratorium misterius. Dibantu warga lokal, pasukan berhadapan sangat dekat dengan musuh. 

Karya yang diproduseri J.J. Abrams ini menyajikan ketegangan, petualangan 'action' mendebarkan, dengan 'twist' menarik di dalamnya. 

Produser J.J. Abrams yang pernah terlibat dalam Star Wars: The Force Awakens dan Mission: Impossible III, mengungkap rahasia menyeimbangkan horor dan action perang. Keseimbangan itu disingkat dalam satu kata: karakter.

"Satu hal yang kami coba di Bad Robot (studio yang dipimpinnya) adalah bercerita sebanyak mungkin tentang para karakter. Ide Overlord diceritakan sebagian pertama tentang tentara muda, yang kemudian, sedikit demi sedikit, membawa penonton ke film menyeramkan, di mana karakter yang mereka sukai dan pedulikan, terlibat di dalamnya," terang Abrams.  

Dia percaya, pendekatan ini penting khususnya saat melibatkan makhluk aneh. "Tak semua karya melibatkan monster, namun film seperti Overlord akan berjalan baik saat anda percaya di situasi, karakter yang percaya, dan anda benar-benar menyelami dunianya. Dengan begitu, film akan makin menyeramkan," jelas Abrams. 

Untuk penonton generasi baru, Overlord disebut Abrams sebagai wahana rollercoaster yang sangat memuaskan, manis, aneh, ganjil, ajaib, menyeramkan, dan sangat menyenangkan.

 

Genre: Action, horror, thriller

Sutradara: Julius Avery (Son of a Gun) 

Pemeran: Jovan Adepo, Wyatt Russell, PilouAsbæk, Mathilde Ollivier, John Magaro, Iain de Caestecker

Durasi: Hampir 2 jam

Distributor: United International Pictures

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 7 November 2018

(MAR)