Menhub: Peringkat Keselamatan Penerbangan RI Cukup Baik
Monday, 05 November 2018
Menhub: Peringkat Keselamatan Penerbangan RI Cukup Baik

JAKARTA - Dunia penerbangan Indonesia kembali diselimuti awan mendung. Sebab, kerja keras untuk mendapat pengakuan lembaga internasional terkait keselamatan penerbangan harus tercoreng pasca-jatuhya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat yang jatuh pada Senin 29 Oktober 2018.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pada dasarnya peringkat keselamatan penerbangan Indonesia sudah baik. Terlebih lagi, maskapai Tanah Air diperbolehkan terbang ke Eropa.

"Kami sampaikan juga ke keluarga korban bahwa pada dasarnya rating safety Indonesia itu sudah cukup baik," jelas Budi di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Senin (5/11/2018).

"Oleh karenanya kami sudah laporkan dan secara bersama akan lakukan perbaikan," sambungnya.

 

Sekadar informasi, tingkat keselamatan penerbangan Indonesia mendapat pengakuan dunia. Kepercayaan itu dibuktikan dengan diterimanya sertifikat dari organisasi penerbangan sipil internasional (International Civil Aviation Organization/ ICAO) tentang kemajuan keselamatan penerbangan.

Presiden Dewan ICAO Olumuyiwa Benard Aliu menganugerahkan Council President Certificate (CPC) kepada Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso di Kantor Pusat ICAO, Montreal, Kanada, Jumat (18/5/2018) waktu setempat.

”Penganugerahan sertifikat itu diberikan sebagai bentuk pengakuan prestasi pemerintah Indonesia atas peningkatan keselamatan penerbangan,” kata Perwakilan Indonesia untuk ICAO Andy Aron, Sabtu 19 Mei 2018.

ICAO pada 28 Februari 2018 menerbitkan laporan hasil audit on-site yang dilaksanakan di Indonesia Oktober 2017. Ketika itu Indonesia berhasil meraih angka effective implementation (EI) 80,34 persen atau meningkat signifikan dari hasil audit ICAO pada 2014 yang mencapai 45,33 persen.

Berdasarkan hasil audit tersebut, keselamatan penerbangan Indonesia menempati posisi peringkat ke-58 dunia dari 192 negara anggota ICAO atau melompat 94 peringkat dari sebelumnya di urutan 152. Pencapaian itu juga menjadikan Indonesia berada pada peringkat 10 di kawasan Asia Pasifik dari 39 negara yang masuk dalam akreditasi kantor regional ICAO di Bangkok.

Benard Aliu menjelaskan, penganugerahan CPC ini merupakan bentuk pengakuan ICAO atas capaian dan kemajuan yang diraih pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan sejumlah pengawasan keselamatan serta komitmen meningkatkan angka standar keselamatan penerbangan.

 

Source: okezone.com