IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp15.097 per Dolar AS
Friday, 02 November 2018
IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp15.097 per Dolar AS

JAKARTA, iNews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kehabisan tenaga pada jeda sesi pertama perdagangan akhir pekan, Jumat (2/11/2018) siang.

Sempat melejit di awal sesi, indeks berbalik arah dan parkir di zona merah setelah turun 5,7 poin atau 0,1 persen ke 5.830,19.

Mengutip data RTI, dari 463 saham yang diperdagangkan, 176 menguat, 176 melemah, dan 111 stagnan. Frekuensi perdagangan terjadi 231.817 kali dengan nilai transaksi Rp4,57 triliun dan 4,85 miliar lembar saham diperjualbelikan.

Dari sembilan sektoral penggerak IHSG, lima sektor naik dan empat sektor turun. Sektor infrastruktur menekan indeks ke zona merah setelah turun 0,49 persen sementara sektor aneka industri menahan IHSG turun lebih dalam setelah naik 0,71 persen.

Sejumlah saham yang masuk dalam daftar top gainers antara lain:

- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp200 (0,84 persen) ke Rp24.000
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) naik Rp225 (2,43 persen) ke Rp9.475
- PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp75 (0,93 persen) ke Rp8.125
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik Rp75 (1,01 persen) ke Rp7.500
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik Rp130 (4,25 persen) ke Rp3.190

Sementara saham-saham yang masuk top losers antara lain:

- PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp775 (2,32 persen) ke Rp32.700
- PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) turun Rp300 (2,56 persen) ke Rp11.400
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun Rp150 (1,49 persen) ke Rp9.900
- PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp60 (1,64 persen) ke Rp3.590
- PT Indika Energy Tbk (INDY) turun Rp60 (2,52 persen) ke Rp2.320

Investor asing mencatat aksi beli bersih (net buy) Rp433,54 miliar di pasar reguler sementara secara akumulatif di seluruh pasar, investor asing juga melakukan net buy Rp416,71 miliar.

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot masih menguat. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terapresiasi 30 poin atau 0,20 persen ke 15.097 per dolar AS.

 

Source : Inewsid