Kereta MRT Jakarta Mulai Diuji Coba Tanpa Masinis
Tuesday, 30 October 2018
Kereta MRT Jakarta Mulai Diuji Coba Tanpa Masinis

JAKARTA - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta saat ini tengah melakukan uji coba System Acceptance Test (SAT) pada beberapa keretanya. Uji coba ini merupakan rangkaian persiapan jelang pengoperasian MRT Jakarta yang akan dilakukan pada pertengahan Maret 2019.

 

Direktur Utama PT MRT Jakarta WIlliam Sabandar mengatakan saat ini kereta MRT Jakarta memasuki tahap tes automatic. Pada tes ini, kereta sudah mulai diuji coba tanpa menggunakan masinis, dan sudah mulai digunakan melalui control room system.

 

Seperti diketahui, kereta MRT sendiri nantinya saat beroperasi akan dikendarain tanpa menggunakan masinis seperti layaknya kereta rel listrik (KRL). Kereta MRT nantinya akan dikendalikan oleh sistem yang berada di dalam control room.

 

"Kereta mulai di tes automatic. Jadi mulai tanpa masinis. Artinya signaling yang biasnya dikerjakan manual sudah menunjukan aspek-aspek yang baik. Karena selama ini menggunakan manual sekarang sudah mulai automatic," ujarnya dalam acara paparan di Kantor Pusat MRT Jakarta, Selasa (30/10/2018).

 

William menjelaskan, dalam tes SAT sendiri berbagai uji coba dilakukan oleh MRT Jakarta menjelang persiapan pengoperasian pada Maret 2019. Uji coba yang pertama adalah mengetes persinyalan dengan mencoba menjalankan kereta secara automatic dengan menggunakan system sinyal Automatic Train Operation.

 

Lalu yang kedua adalah uji coba terhadap power system atau sinyal kelistrikan dari kereta. Proses pengetasan sendiri dilakukan terhadap jalur apply 150 kV pada Gardu Pondok Indah, dan RSS yang sudah mendapatkan suplai dari dua feeder yakni Gardu Induk CSW dan Gardu Induk Pondok Indah.

 

Selanjutnya adalah uji coba terhadap rolling stock kereta. Dalam uji coba ini menggunakan proses type test trainset 1 yang saat ini menggunakan beban AW3 atau kondisi jumlah penumpang 8 orang per meter persegi.

 

"Ada tes persinyalan, ada tes overhead catenary system (sistem aliran atas), ada tes track. kenapa kereta dijalankan sehari hari, karena untuk melakukan ini. Pada waktunya adalah dilakukan pengendalian di operation center," jelasnya.

 

Setelah melakukan rangkaian tes ini lanjut WIlliam, pada bulan Desember nanti pihaknya akan melakukan tes pada seluruh kereta. Nantinya seluruh kereta akan diuji coba dan dijalankan setiap hari sesuai dengan jadwal sehari hari seolah-olah sudah mulai beroperasi secara penuh.

 

"Sekarang kita SAT, tetap 8 Desember kita uji coba kereta di jalur utama. Kita masih on time diharapkan akhir Desember parcial train run. Kita mengupayakan agar situasinya tetap on time," ucapnya.

 

Source: okezone.com