Bad Times at the El Royale
Friday, 19 October 2018
Bad Times at the El Royale

Hotel El Royale sebenarnya termasuk resor mewah di zamannya. Pernah sangat jaya ketika dikunjungi pesohor dan politisi era 1950-an.

Berada di perbatasan dua negara bagian, pengunjung El Royale bisa memilih kamar di area negara bagian California yang hangat dan penuh sinar matahari di barat, atau negara bagian Nevada di timur yang sarat harapan serta kesempatan. 

Namun kini, masa tahun 1960-an, El Royale meredup, ditinggal penggemarnya, tetapi masih menyimpan sisa-sisa glamor di antaranya lewat interior, deretan minuman beralkohol, dan tentu saja pemutar lagu jukebox. 

Meski sepi, El Royale menjadi tempat bertemunya 7 orang yang tidak saling mengenal. Mereka adalah pendeta, penyanyi klub, penjual vacum cleaner, dua bersaudari, penjaga hotel, dan pemimpin sekte nyentrik.

Pada satu malam, peristiwa buruk terjadi di El Royale. Setumpuk uang hasil curian ternyata tersembunyi di sebuah kamar. Tetapi harta terpendam itu bukan satu-satunya yang menjadi misteri. 

Kamar demi kamar di El Royale ternyata didesain untuk diawasi secara diam-diam. Alat rekam dirancang sedemikian rupa sehingga gerak-gerik penghuninya bisa diketahui. 

Para tokohnya pun harus berusaha menyelamatkan diri dari malam naas, sekaligus mengungkap latar belakang dan motivasi masing-masing sampai terjebak di El Royale.

Dengan setting tahun 1960-an, lengkap dengan lagu-lagu hits di dalamnya, sutradara sekaligus penulis Drew Goddard menyebut era tersebut sebagai waktu yang tepat untuk menggambarkan action sekaligus para karakternya. 

"Di tahun 60-an, ada spirit seksi, kehangatan, dan pesta, tetapi di bawah permukaannya ada paranoia. Ada pengawasan di balik kemewahan dan glamornya," kata Goddard. 

Untuk mendukung suasana jadul, El Royale pun di-shot dengan film bukan digital. Goddard menyadari Bad Times at the El Royale harus di-shot dalam film sejak penulisannya. "Memang ada alasan finansial untuk memproduksi secara digital, saya mengerti, namun karya ini adalah tentang film, ide bagaimana kita mengingat sesuatu, bagaimana kita menggambarkan sesuatu, bagaimana gambar bermakna bahkan jauh setelah gambar itu diambil, sehingga ada alasan emosional untuk membuatnya dalam pita film. Saya ingin melihat bulir-bulir kotoran di dalamnya. Saya ingin melihat kejutan menyenangkan, yang bisa terjadi di pita, yang tak terjadi pada format digital," jelas Goddard.

Sementara bagi salah satu dari deretan bintang yang berperan, aktris Dakota Johnson menyimpulkan film ini sebagai momen yang penuh pertanda buruk, misterius, menakutkan, tetapi tetap mengundang. "Bad Times at the El Royale menyimpan energi aneh, yang pada awalnya terasa membingungkan, dan kemudian semua orang merasa sangat nyaman, dan terikat padanya," kata Johnson. 

Dihiasi musik dan tampilan tahun 1960-an yang menghentakkan kaki serta memanjakan mata, "Bad Times at the El Royale" membuat penasaran penontonnya dari awal sampai akhir.

Genre: Misteri, thriller

Sutradara, penulis naskah: Drew Goddard (The Cabin in the Woods)

Pemeran: Jeff Bridges (Crazy Heart), Tony® Award-winner Cynthia Erivo (Broadway’s The Color Purple), Dakota Johnson (Fifty Shades trilogy),Emmy® Award-winner Jon Hamm (Mad Men), CaileeSpaeny (Pacific Rim: Uprising), Lewis Pullman (Battle of the Sexes), Chris Hemsworth (Avengers: Infinity War).

Durasi: 2 jam 21 menit

Distributor: 20th Century Fox

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 26 Oktober 2018, midnight: 20 Oktober 2018

(MAR)