Pertumbuhan Penduduk Mengancam Sistem Ketahanan Pangan Nasional
Thursday, 18 October 2018
Pertumbuhan Penduduk Mengancam Sistem Ketahanan Pangan Nasional

BARITO KUALA - Pemerintah Indonesia, punya kewajiban meningkatkan produksi beras dalam memastikan ketahanan pangan. Secara global, produksi pangan harus digandakan pada tahun 2050 untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan memberi makan populasi lebih dari 9 miliar.

Pada saat itu, menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, penduduk Indonesia akan mencapai 300 juta ditambah dengan meningkatnya urbanisasi dan perubahan permintaan konsumen. Hal-hal ini akan memberi tekanan besar pada sistem pangan di Indonesia.

Hal tersebut, dikatakan Darmin saat menggantikan Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir di Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkat, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10/2018).

Untuk meningkatkan pangan, Indonesia melalui Kementerian Pertanian, sedang melakukan optimalisasi lahan rawa lebak dan pasang surut, yang selama ini belum tergarap maksimal.

Termasuk di Kalimantan Selatan, yang sudah melakukan pembukaan lahan rawa lebak seluas 4.000 hektar di Desa Jejangkit Muara, Barito Kuala. Sejak dibuka pada April 2018 lalu sebagai pilot project, lahan pertanian di Desa Jejangkit Muara, sudah sekitar 750 hektar ditanami berbagai tanaman didominasi padi.

Dari jumlah lahan yang telah ditanami itu, sekitar 100 hektar padi sudah bisa dipanen raya bertepatan dengan HPS 38 kali ini. Panen raya, dilakukan Darmin Nasution bersama Mentan Amran Sulaiman, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Bupati Barito Kuala Noormiliani, serta sejumlah duta besar dan perwakilan duta besar negara tetangga yang hadir.

Menurut Darmin, pertanian lahan rawa lebak yang didukung inovasi irigasi ini, bisa mengantisipasi kekurangan pangan saat pertanian di daerah lain mengalami paceklik akibat musim kemarau. "Karena, dengan didukung irigasi yang diterapkan, pertanian di sini tidak mengalami kendala meskipun musim kemarau," ujarnya.

Kehadiran Darmin, sekaligus melakukan peluncuran program Optimalisasi Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, sesuai tema HPS ke 38.

Sementara menurut Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, inovasi pertanian lahan rawa ini, merupakan solusi jangka panjang untuk kebutuhan pangan nasional. "Karena, selain padi, lahan ini juga bisa dimanfaatkan untuk tanaman lainnya. Seperti holtikultura dan banyak lagi," kata Amran.

Menurut Amran, potensi lahan rawa di Indonesia mencapai 10 juta hektar yang tersebar di lima provinsi. Paling banyak, di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

 

Source: okezone.com