KSPI: UMP Cuma Naik 8,03%, Daya Beli Buruh Makin Turun
Tuesday, 16 October 2018
KSPI: UMP Cuma Naik 8,03%, Daya Beli Buruh Makin Turun

JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menentang keputusan pemerintah yang menetapkan kenaikan upah minimum tahun 2018 sebesar 8,03%. Sebab, kenaikan tersebut dinilai minim dan memicu penurunan daya beli buru.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, buruh meminta kenaikan upah minimum antara 20% sampai 25%.

“Kenaikan 8,03% itu akan membuat daya beli kaum buruh makin menurun akibat kenaikan upah minimum yang rendah. Padahal secara bersamaan, di tengah melemahnya rupiah terhadap dolar dan meningkatnya harga minyak dunia, berpotensi mengakibatkan harga-harga barang kebutuhan dan BBM jenis premium akan naik. Apalagi, sekarang pertamax sudah mengalami kenaikan,” kata dia kepada Okezone, Selasa (16/10/2018).

Dia menilai, kenaikan upah yang hanya 8,03% tidak akan memberikan manfaat bagi kaum buruh dan rakyat kecil di tengah kenaikan harga-harga barang. KSPI juga menolak keras apabila ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM jenis premium, karena akan lebih memukul daya beli buruh dan rakyat kecil akibat kebijakan upah murah.

“SPI mengusulkan kenaikan upah minimum adalah berkisar 20% hingga 25%, bukan 8,03%. Selain itu, upah minimum sektoral sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 harus tetap diberlakukan,” tukasnya.

 

Source: sindonews.com