Tim Kesehatan Lingkungan Lakukan Rapid Health Assessment di 14 Titik Pengungsian
Friday, 05 October 2018
Tim Kesehatan Lingkungan Lakukan Rapid Health Assessment di 14 Titik Pengungsian

Palu - Tim gerak cepat dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Makassar lakukan Rapid Health Assessment (RHA) di 12 titik pengungsian. Hasilnya telah diketahui beberapa permasalahan kesehatan lingkungan dan tim kesehatan lingkungan segera menindaklanjutinya.

Masalah yang diketahui dari hasil RHA adalah persoalan air bersih, air minum,dan jamban darurat. Sementara itu, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah air bersih, air minum, makanan, dan jamban darurat.

Adapun pos pengungsian yang dilakukan RHA sampai dengan 4 Oktober 2018 adalah BTN Korpri Kawatuna, Pos Kesehatan Bandara, Lapangan Balai Kota, Pos Banggai Kepulauan, Pos Klasnas, Pos Penanggulangan Bencana Pendamping Desa, Pos Lapangan Kawatuna, Pos To Raranga, BTN Palupi, Pos Jl. Merpati 2, Pos Jl. Veteran Masjid Al Wat, Pos Bukit Marwah, Pos Pengungsian Tojo Una Una, dan Pos Polda Baru Soeta.

Pada saat melakukan RHA, tim juga membawa logistik kesehatan untuk dibagikan. Logistik kesehatan itu terdiri dari hygiene kit Individu 50 Paket, hygiene kit keluarga 90 Paket, repelant lakat 144 pcs, masker 2.000 pcs, polibag biasa 2.000 lembar, dan chlorine difuser 15 buah.

Selain itu, Tim Kesehatan Lingkungan dari Poltekkes Manado berhasil memasang Teknologi Tepat Guna air bersih berupa alat penyaring air sistem Back Wash di Desa Kaluku Bula Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Tim Kesehatan Lingkungan hingga saat ini terdiri dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kemenkes, BBTKL Makassar, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Palu, Poltekkes Manado, dan Poltekkes Mamuju.

Di RS Undata, kebutuhan air bersih menggunakan sumber air baku yang berasal dari sumur bor. Kondisi saat ini untuk kebutuhan air bersih sudah normal kembali karena pasokan listrik di RS Undata sudah normal kembali.

Pembersihan sampah medis dan bekas kantong jenazah pun dilakukan oleh relawan Laziz Makassar dan Wahdah Makassar. Sampah medis dan bekas kantong jenazah itu kemudian dibakar di halaman parkir.

Selanjutnya, akan dilakukan sampel kualitas air bersih uji bakteriologi dan kimia di RS Undata, RS Madani, RS Bhayangkara, RS Anantapura oleh BBTKL Makassar. (ANP)