Ingatkan Sejarah, UMB Nonton Bareng Film G30S/PKI
Friday, 05 October 2018
Ingatkan Sejarah, UMB Nonton Bareng Film G30S/PKI

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan HUT TNI, Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar nonton bareng film sejarah Gerakan 30 September (G30S/PKI). Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI, mengingatkan tentang pentingnya sejarah, khususnya pengkhianatan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI). Film ini wajib ditonton bagi mahasiswa baru yang menempuh pendidikan di UMB.

Rektor Universitas Mercu Buana, Arissetyanto Nugroho, berharap para mahasiswa menjadi profesional dan memiliki sifat pejuang dalam membangun Indonesia. Menurutnya, film G30S/PKI yang adalah fakta sejarah, bukan hanya film merupakan karangan belaka. yang katanya.

“Fim ini wajib bagi mahasiswa baru, agar mereka tidak lupa sejarah. Selain itu, juga dalam rangka meningkatkan kewaspadaan nasional. Untuk membangkitkan kesadaran kebangsaan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari,” tegasnya di Jakarta, Jumat (05/10/2018).

Menurutnya, ancaman terhadap sosialis komunis dan sosialis agama, masih tetap ada. Bahkan kini, telah dikemas dengan nama proxy war, yang banyak ditemui melalui media social yang kini menjadi booming

“Penyebaran melalui berbagai media baik media sosial atau lainnya. Jika tak hati-hati maka masyarakat menjadi bingung. Tidak lagi tahu mana yang harus menjadi rujukan,” ujarnya.

Ia menegaskan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Jika menghargai para pahlawan otomatis juga memahami sejarah yang bukan mitos ataupun legenda, dapat dibedakan antara misteri dan histori.

 “Dulu dikenal istilah agitasi, provokasi, suasana rakyat dibuat tidak nyaman, tidak kondusif, yang diadu domba. Majikan dengan buruh, pegawai dengan atasan, bintara dengan perwira. Itu semua mirip, namun pelakunya berbeda. Tentunya untuk menghadapi hal tersebut, kewaspadaan nasional menjadi penting. Salah satunya harus belajar melihat film G30S/PKI tersebut,’ tambah Aris.

Sementara itu, Ketua Pusat Pendidikan dan Pengkajian Pancasila UMB, Abdul Rahman HI mengatakan, pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI ini dilakukan rutin setiap tahun untuk melawan lupa terhadap sejarah.  

“Setiap tahun digelar acara ini untuk melawan lupa terhadap sejarah, khususnya yang mengganggu NKRI,” kata Rahman.

Ia juga mengaku ditengah kemajuan teknologi dan pengaruh budaya asing saat ini, semangat mencintai pancasila, sudah  mulai luntur. Untuk itu, pihaknya terus menerus menekankan pentingnya menggelorakan semangat mencintai sejarah perjalanan Indonesia.

Selain pemutaran film sejarah tersebut, UMB juga menggelar seminar nasional Pancasila, dengan tema menegakkan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai narasumber dihadirkan diantaranya sejarawan Taufik Ismail, hingga saksi sejarah 1965. (ANP)