Padang Mengatas, Peternakan Negeri Kiwi di Tanah Minang
Friday, 05 October 2018
Padang Mengatas, Peternakan Negeri Kiwi di Tanah Minang

PADANG - Banyak orang yang ingin berkunjung ke Selandia baru—bahkan menghabiskan masa tua di sana—lantaran suasananya yang sangat nyaman dan tenang. Kehidupan ala peternakan dengan padang hijau rumput luas, cuaca sejuk dan segar, dan domba-domba sehat adalah imajinasi yang paling umum dibayangkan. Nah siapa bilang kalau hal seperti ini hanya ada di luar negeri? Yuk simak kekayaan alam negeri kita sendiri.

Replika di Sumatera Barat

Kalau kamu salah satu orang yang juga ingin pergi ke New Zealand tetapi belum kesampaian, coba saja pergi dulu ke Sumatera Barat. Tidak perlu jauh-jauh lintas benua, di dalam wilayah nusantara juga ada tempat yang menawarkan suasana serupa.

Dari segi biaya pun, kamu tidak perlu keluar rupiah lebih banyak. Bila satu kali perjalanan dari Jakarta ke New Zealand memakan jutaan rupiah, maka harga tiket perjalanan dari Jakarta ke Padang bisa kamu dapatkan mulai ratusan ribu rupiah. Beragam agen travel online seperti Airy juga sering memberikan diskon untuk tarif yang lebih hemat.

Peternakan Padang Mengatas

 

 

Kalau kamu salah satu orang yang juga ingin pergi ke New Zealand tetapi belum kesampaian, coba saja pergi dulu ke Sumatera Barat. Tidak perlu jauh-jauh lintas benua, di dalam wilayah nusantara juga ada tempat yang menawarkan suasana serupa.

Dari segi biaya pun, kamu tidak perlu keluar rupiah lebih banyak. Bila satu kali perjalanan dari Jakarta ke New Zealand memakan jutaan rupiah, maka harga tiket perjalanan dari Jakarta ke Padang bisa kamu dapatkan mulai ratusan ribu rupiah. Beragam agen travel online seperti Airy juga sering memberikan diskon untuk tarif yang lebih hemat.

Peternakan Padang Mengatas

Nama tempatnya adalah Padang Mengatas. Lokasinya memang cukup jauh dari pusat kota Padang, tepatnya di pinggang Gunung Sago, Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Kalau dari ibukota Padang, masih membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk berkendara menuju peternakan.

Asyiknya, Padang Mengatas sendiri bukanlah miliki perorangan atau swasta, melainkan merupakan milik negara. Tempat wisata sekaligus edukasi ini sebenarnya adalah komplek peternakan milik Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak alias BPTUHPT Padang Mengatas, Kementerian Pertanian.

Sejarah Panjang Sejak Hindia Belanda

Kalau kamu mengira Padang Mengatas merupakan tempat baru, kamu salah besar. Kenyataannya, peternakan ini bahkan sudah ada sejak tahun 1916 alias warisan pemerintah Hindia Belanda. Artinya, usia tempat ini bahkan sudah lebih dari satu abad.

Fasilitas peternakan dengan lahan seluas 280 hektare ini awalnya digunakan sebagai peternakan kuda. Barulah pada tahun 1935, sapi zebu dari wilayah Benggala, India. Sapi ini mempunyai ciri. khas, yakni mempunyai ukuran tubuh yang cenderung kecil dan punuk yang mampu beradaptasi dengan baik dengan cuaca di Indonesia.

Kehidupan Peternakan Kembang Kempis

Walau begitu, sepak terjang keberadaan Padang Mengatas tidaklah mudah dan mulus. Sebaliknya, peternakan sempat berkali-kali hancur dan nyaris ‘mati’. Pasca tidak ada campur tangan Belanda lagi, terutama sekitar periode revolusi kemerdekaan di tahun 1945 sampai 1949, kegiatan peternakan pun terhenti.

Barulah di tahun 1950, M. Hatta kembali memugar Padang Mengatas dan bahkan menjadikannya sebagai stasiun peternakan pemerintah dengan nama Induk Taman Ternak Padang Mengatas. Di tahun 1955, ITT Padang Mengatas berhasil menjadi peternakan terbesar di Asia Tenggara dengan hewan ternak berupa kuda, sapi, kambing, dan ayam.

Sayang, lagi-lagi, kondisi menjadi tidak stabil. Kondisi kembang kempis ini terus berlanjut hingga beberapa tahun terakhir. Kini, pemerintah memiliki perhatian yang lebih besar terhadap bidang pertanian termasuk peternakan, sehingga Padang Mengatas pun dapat kembali bangkit.

Cara Berkunjung

Tidak ada biaya khusus yang dikenakan untuk berkunjung ke Padang Mangatas. Walau begitu, kamu harus lebih dulu mendaftar secara online, minimal dua hari sebelum jadwal kunjungan.Selain itu, kunjungan juga merupakan kunjungan yang bersifat kedinasan atau sesuai arahan institusi (lembaga) dengan materi edukasi peternakan. Jadwal kunjungannya pun cukup ketat, yakni pada hari dan jam kerja. Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa melihatnya di situs resmi BPTUHPT.

Jadi, sekarang tidak perlu lagi jauh-jauh ke New Zealand untuk menikmati suasana peternakan yang menenangkan kan. Namun sebelum itu jangan lupa untuk mencari harga tiket murah untuk perjalanan kamu ya. (ANP)