Cegah Penyakit Kejiwaan, Korban Gempa Palu Harus Dapatkan Psychology First Aid dalam 4-6 Bulan
Wednesday, 03 October 2018
Cegah Penyakit Kejiwaan, Korban Gempa Palu Harus Dapatkan Psychology First Aid dalam 4-6 Bulan

INDONESIA tengah berduka setelah gempa besar dan amukan tsunami yang menggempur wilayah Palu dan sekitarnya. Ribuan korban yang meninggal dunia serta mengalami luka berat terus bertambah setiap harinya.

 

Tentunya, bencana ini menyisakan duka mendalam bagi para korban yang ditinggalkan para keluarga, sanak saudara, maupun keluarga yang dicintainya. Tak hanya luka fisik yang mereka alami, melainkan luka batin yang mempengaruhi kejiwaan mereka.

 

Mengingat banyaknya masalah kejiwaan yang muncul pasca-gempa di Palu, Ketua IPK Indonesia, Dr Indria Laksmi Gamayanti M.Si, mengatakan pemerintah wajib melakukan diagnosa kepada para korban untuk mengetahui apakah mereka mengalami masalah kejiwaan pasca-gempa.

 

Dia menyebut Psychology First Aid menjadi salah satu tindakan yang tepat untuk memecahkan masalah ini. Trauma berat yang berkepanjangan, akan membuat para korban mengalami depresi yang berdampak pada kesehatan fisik mereka.

 

Menurutnya, cara yang paling mudah untuk mengetahui seseorang untuk mengalami masalah kejiwaan atau tidak adalah dengan melakukan diagnosa selama 4-6 bulan pasca mengalami musibah. Jika hasilnya positif maka seseorang disebut tidak mengalami masalah kejiwaan, begitu pula sebaliknya.

 

“Pada situasi darurat, bantuan secara moral dan psikologi menjadi hal utama bagi para korban. Jadi psycology first aid harus didampingi sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan saat ini," tutur Dr. Indria Laksmi saat dijumpai Okezone.

 

"Diagnosa umumnya akan dilakukan setelah 4-6 bulan usai terjadinya bencana untuk mengetahui apalah seseorang dinyatakan memiliki masalah kejiwaan atau tidak,” tambah dia.

 

Senada dengan ucapan Dr. Indria Laksmi, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Anung Sugihantono. M.Kes mengaku saat ini beberapa sejumlah sukarelawan telah diterjunkan ke Sulawesi untuk membantu para korban khususnya dalam menghilangkan trauma pasca gempa.

 

“Di Sulawesi Tengah ada 212 anak Nusantara Sehat yang membantu para korban di Palu. Saat ini kami sedang menyiapkan fase kedua untuk memberikan dukungan layanan psikologi khususnya di 33 titik pengungsian yang dibuat pemerintah, TNI maupun di lapangan,” tutur dr Anung.

 

Source: Okezone.com