7 Mitos tentang Migrain yang Tidak Sepenuhnya Benar
Monday, 24 September 2018
7 Mitos tentang Migrain yang Tidak Sepenuhnya Benar

SAKIT kepala sebelah atau migrain merupakan kondisi medis yang menyebabkan rasa nyeri akut. Bila seseorang terkena migrain, biasanya dia akan kehilangan fokus sehingga menghambat aktivitas. Oleh karenanya, tidak heran bila banyak orang yang ingin mengatasi migrain dengan cepat.

 

Sayang, tak jarang mereka mendapatkan informasi yang salah sehingga cara mengatasinya kurang tepat. Melansir Mirror, Senin (24/9/2018), berikut mitos-mitos tentang migrain:

 

1. Hanya sakit kepala yang buruk

Lebih dari sekadar sakit kepala, migrain adalah kondisi yang kompleks dengan gejala bervariasi. Gejala utamanya adalah timbul rasa nyeri berdenyut di satu sisi kepala yang dapat bertahan hingga 72 jam. Migren dapat disertai dengan mual, muntah, serta kehilangan kepekaan abnormal terhadap penglihatan, suara, dan bau khas.

 

2. Setiap orang memiliki kemungkinan terkena migrain

Anggapan yang satu ini memang tidak salah. Namun wanita memiliki risiko tiga kali lipat untuk terkena migrain daripada pria. Hal ini disebabkan karena fluktuasi hormon esrtrogen selama masa reproduksi. Tapi seiring bertambahnya usia gejala migrain akan berkurang.

 

3. Migrain dipengaruhi oleh gaya hidup

Sebenarnya tidak ada penyebab pasti untuk migrain. Tapi beberapa aspek diperkirakan dapat memicu gejalanya terutama yang berkaitan dengan proses informasi sensorik. Memiliki pola makan yang tidak teratur, bepergian, stres, beristirahat setelah menghadapi waktu yang menegangkan, dan terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur bisa menjadi pemicunya.

 

 

4. Makan cokelat dan keju memicu migrain

Hingga saat ini tidak ada bukti penelitian untuk anggapan tersebut.

 

5. Migrain dapat merusak otak

Meskipun menyebabkan rasa nyeri yang parah, tidak ada penelitian yang mengatakan bila migrain dapat menimbulkan kerusakan pada otak. Hanya saja kualitas hidup bisa menjadi menurun jika terserang migrain terus menerus. Konsultasilah ke dokter bila rasa nyeri sudah tidak bisa diatasi.

 

6. Cahaya terang dan berkedip dapat menyebabkan migren

Beberapa orang beranggapan bila cahaya yang terang dan berkelap-kelip dapat menyebabkan migrain. Namun hal itu belum tentu karena pada saat migrain menyerang dapat memengaruhi penglihatan akan cahaya.

 

7. Cara mengatasi migren hanya ada satu

Sebenarnya untuk mengatasi migrain ada beberapa cara. Namun yang paling sering dipilih adalah konsumsi obat. Selain itu ada 2 jenis obat yang bisa dikonsumsi. Pertama obat akut yang diminum saat migren menyerang. Kedua obat pencegahan.

 

Source: Okezone.com