RI Catat Impor Migas Tertinggi dalam 13 Bulan
Monday, 17 September 2018
RI Catat Impor Migas Tertinggi dalam 13 Bulan

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan ini disebabkan adanya kenaikan impor minyak dan gas (migas) tertinggi sejak Juli 2017. Adapun impor migas pada Agustus 2018 sebesar 3,04 miliar dolar AS.

 

"Selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada Agustus 2018 dan terendah terjadi di September 2017 yang sebesar 1,93 miliar dolar AS," ujarnya saat konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin (17/9/2018).

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, peningkatan impor migas ini dikerek oleh naiknya nilai impor minyak mentah sebesar 67,5 persen atau 420,3 juta dolar AS. Begitu pun dengan impor gas yang juga naik 7,87 persen atau 22,4 juta dolar AS.

 

"Jadi impor migas kita masih naik 14,5 persen karena nilai minyak mentah naik, tapi nilai impor hasil minyaknya turun 3,26 persen atau  57,1 juta dolar AS," kata dia.

 

Dibanding bulan sebelumnya, volume impor bulan ini juga naik 0,16 persen atau sebanyak 25.200 ton. Hal ini disebabkan oleh naiknya volume impor migas 16,39 persen atau 682.300 ton walaupun volume impor nonmigas turun 5,78 persen atau 657.100 ton.

 

Namun, jika dilihat lebih lanjut, peningkatan volume impor migas disebabkan oleh naiknya volume impor minyak mentah 75,17 persen atau 776.100 ton dan gas 3,17 persen atau 15.800 ton. Namun  volume impor hasil minyak turun 4,17 persen atau 109.600 ton.

 

Secara kumulatif Januari-Agustus 2018 nilai impor mencapai 124,1 miliar dolar AS atau meingkat 24,5 persen dibandingkan periode sama di 2017. Peningkatan terjadi pada impor migas yang naik 28,3 persen jadi 4,3 miliar dolar AS dan impor non migas yang naik 23,8 persen jadi 20,09 miliar dolar AS.

 

Source ://www.inews.id/