Perilaku Bersih Pengunjung GBK Diapresiasi
Monday, 10 September 2018
Perilaku Bersih Pengunjung GBK Diapresiasi
https://photo.sindonews.com/view/29231/asian-games-2018-telah-usai-booth-asian-fest-dibongkar

Jakarta - Perusahaan layanan fasilitas terintegasi terkemuka dari Copenhagen - Denmark, ISS Indonesia, mengapresiasi kepedulian pengunjung maupun relawan Asian Games 2018. Mereka ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan area Gelora Bung Karno (GBK), dan diharapkan perilaku bersih ini terus berlanjut, tidak terbatas ketika kegiatan besar saja. 

EVP Head of Operation Medium to Large Account ISS Indonesia Harinuan Dongoran mengatakan, kepedulian publik terhadap kebersihan dan kenyamanan GBK bukan saja telah membantu kerja para petugas kebersihan, termasuk ISS Indonesia, tetapi juga menciptakan citra positif Indonesia sebagai bangsa bersih, ke dunia internasional. 

"Kami melihat ada perubahan positif pada perilaku pengunjung GBK selama Asian Games, terutama jika dibandingkan ketika kami bertugas saat final Piala Presiden beberapa waktu lalu, yang juga diwarnai aksi perusakan oleh supporter. Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas kontribusinya, termasuk juga kepada relawan kebersihan. Ini artinya kita sudah memiliki pemahaman yang sama, bahwa GBK adalah aset bangsa yang harus dijaga bersama," tuturnya. 

Menurut Harinuan, perilaku bersih pengunjung selama Asian Games juga terdorong oleh kondisi GBK saat ini yang memang lebih bersih dan nyaman. Hal ini yang membuat pengunjung enggan untuk membuang sampah sembarangan. 

"Kondisi GBK saat ini memang berbeda dibandingkan ketika di awal-awal kami bertugas di sini. Sekarang tempat sampah sudah banyak tersedia, jumlahnya lebih dari 1.000 termasuk 200 bak sampah yang disediakan oleh ISS. Selama Asian Games, tenaga kebersihan juga selalu keliling jadi memudahkan pengunjung yang ingin buang sampah. Kami dari ISS Indonesia sendiri punya misi bahwa keberadaan kami harus bisa menularkan perilaku bersih kepada masyarakat, dengan menciptakana lingkungan bersih dan nyaman," tuturnya. 

ISS Indonesia mulai memberikan layanan kebersihan di GBK termasuk kantor Pusat Pengelolaan Kompleks GBK sejak pertengahan 2017. Untuk perawatan kebersihan kompleks GBK sehari-hari, ISS mengerahkan 300 tenaga kebersihan (cleaners), yang disebar di 14 venues, dan area sekitar GBK, dengan luas kerja 150 hektar. Selain itu, ISS Indonesia juga dipercaya INASGOC untuk memberikan layanan kebersihan selama Asian Games untuk area ring 1 dan ring 2 (venue dan area sekitar venue). Terkait kerjasama tersebut, ISS Indonesai menerjunkan lebih dari 200 cleaners tambahan. 

"Jadi selama Asian Games, ISS Indonesia menempatkan total lebih dari 600 cleaners yang dibagi dalam tiga shift untuk menjaga kebersihan GBK selama 24 jam. Untuk pengelolaan kebersihan, GBK selama Asian Gems dibagi menjadi 4 area, dari ring 1-4. Tugas dan tanggung jawab ring 1 dan 2 adalah seluruh venue yang digunakan atlet dan area sekelilingnya," jelasnya. 

Meski INASGOC maupun pengelola GBK tak memberi target waktu, tetapi ISS Indonesia harus siap memastikan, venue dalam kondisi bersih kapan pun akan digunakan. 

"Untuk pengelolaan kebersihan selama Asian Games ini lebih kepada manajemen manpower. Kami biasanya menempatkan tenaga standby selain cleaner yang bertugas di dalam venue, karena tidak semua orang bisa masuk. Tenaga tersebut mengantisipasi jika venue harus dibersihkan dalam waktu singkat karena akan digunakan lagi. Jika ternyata masih kurang, ISS Indonesia akan memobilisasi tenaga tambahan, misalnya dari area lain yang pekerjaannya tidak padat," lanjutnya. 

Harinuan menambahkan, selama Asian Games, hampir tidak ditemukan sampah berserakan termasuk di area sekeliling venue. Selain karena banyak tempat sampah, ISS Indonesia juga mengoperasikan gerobak maupun kendaraan pengangkut yang selalu berkeliling, ketika ada tempat sampah penuh langsung diangkut dan diganti. Dengan begitu, tidak ada sampah berserakan karena tempat sampah tidak bisa lagi menampung. 

"Tentu saja hal ini juga terjadi karena kepedulian masyarakat yang tidak membuang sampah sembarangan. Selama Asian Games, rata-rata volume sampah di area yang dikelola berkisar 30 ton per hari. Angka ini relatif kecil. Kami berharap, perilaku bersih ini bisa berlanjut ke depannya, dan tidak hanya di GBK, tetapi juga di tempat-tempat lain terutama yang merupakan fasilitas publik," tutupnya.

(NF)