Sukses di Asian Games, Pesilat Jabar Bidik PON 2020
Monday, 03 September 2018
Sukses di Asian Games, Pesilat Jabar Bidik PON 2020

BANDUNG – Cabang olahraga (cabor) pencak silat pada ajang Asian Games 2018 sukses mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih 14 medali emas dan satu medali perunggu. Dari 14 medali emas dan satu medali perunggu itu, delapan atlet Jawa Barat (Jabar) dan dua pelatih menyumbangkan empat emas untuk Indonesia.

 

Sebagai bentuk apresiasi, ‎IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Jabar menyambut kedatangan para atlet silat Jabar dengan mengaraknya mulai dari Kawasan Pasteur hingga ke Sekretariat IPSI Jabar. Ketua IPSI Jabar, Icak Phinera Wijaya, sangat mengapresiasi keberhasilan para atletnya tersebut. Mereka memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para atlet atas perjuangannya di Asian Games 2018.

 

"‎Tentunya. kami IPSI Jabar mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada seluruh atlet yang berjuang pada Asian Games 2018 ini," kata Icak, di Sekretariat IPSI Jabar, Jalan Padjajaran, Kota Bandung, Senin (3/9/2018).

 

Icak menuturkan, dari prestasi yang ditorehkan para atlet khususnya dari Jabar, merupakan hasil kerja keras mereka. Dengan prestasi ini, Icak mengatakan kontribusi para atlet pencak silat patut diperhitungkan.

 

"Saya kira empat emas disumbangkan ke Republik Indonesia yang kita banggakan ini, sungguh sangat luar biasa dan itu jelas kontribusi pesilat Jabar saya kira sangat signifikan," jelasnya.

 

Para atlet silat di Jabar‎, tutur Icak, diketahui sudah dilatih saat masih berusia delapan tahun. Mereka digembleng untuk berlatih terus-menerus. Para atlet silat ini, lanjut Icak, telah melewati proses yang berat dan panjang, mulai dari mengikuti pertandingan yang tidak selalu berakhir dengan kemenangan. Tetapi, perjuangan itu telah terbayarkan saat ini dengan mencatatkan prestasi pada gelaran Asian Games 2018.

 

"Ini sudah disiapkan ya, kemarin saya kordinasi dengan Dispora Pak Yuda bahwa apresiasi untuk para peraih medali tidak hanya pencak silat tentunya ya, dengan cabor yang lain. Tapi, nanti itu akan diberikan, kita kan masih ada Asian Paragames pada Oktober. Jadi, apresiasi yang akan diberikan oleh Pemprov (Jabar) bersamaan dengan hasil Asian Paragames," katanya.

 

"(Dari IPSI Jabar) nanti ada uang kadeudeuh walaupun tidak seperti apa yang diberikan oleh pemerintah pusat tentunya. Namun, ini sekadar kadeudeuh saja.‎ Kita juga berencana untuk bertemu nanti yah dengan gubernur terpilih bersama para atlet," sambungnya.

 

Prestasi delapan atlet ini pun, ungkap Icak, juga dianggap sebagai tabungan untuk menghadapi Olimpiade dan PON 2020 yang bakalan digelar di Papua.

 

"Kita harap di Olimpiade ini pesilat dari Jabar juga bisa berkiprah di sana dan kalau kita IPSI Jabar tentu punya target untuk mempertahankan prestasi pada tahun 2020 untuk PON di Papua," jelasnya.

 

Empat medali emas yang disumbangkan Jabar yakni berasal dari dua nomor seni dan dua nomor tanding. Dua medali emas di nomor seni diraih dari kelas regu putra dan putri. Medali emas di kelas regu putra disumbangkan Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, dan Anggi Faisal Mubarok. Trio pesilat Jabar tersebut berhasil meraih skor tertinggi 465 mengalahkan wakil Vietnam, Tien Dung Vu, Xuan Thanh Nguyen, dan Luu van Nam yang mencetak skor 450 di babak final.

 

Sementara itu, medali emas regu putri disumbangkan trio Pramudia Yuristya, Gina Tri Lestari, dan Lutfi Nurhasanah. Di babak final, trio pesilat asal Garut tersebut meraih skor tertinggi yakni 466 dan terpaut dua angka dari trio pesilat Vietnam, Thi Thu Ha Nguyen, Thi Huyen Nguyen, dan Thi Binh Vuong.

 

Sedangkan untuk dua medali emas di nomor tanding, disumbangkan dari kelas C (55 kg sampai 60 kg) putra atas nama Hanifan Yudani Kusuma dan kelas B (50 kg sampai 55 kg) putri atas nama Wewey Wita‎.

 

(CDB Yudistira/dji-okezone.com)