Petualangan Kuliner Gastronomi ala Nusantara, Nikmat Layaknya di Rumah Sendiri
Monday, 07 May 2018
Petualangan Kuliner Gastronomi ala Nusantara, Nikmat Layaknya di Rumah Sendiri

PECINTA kuliner yang tidak asing lagi dengan istilah gastronomi dan mengetahuinya sebagai seni dari good eating, sudah pasti harus datang ke restoran ini. Di Nusa Indonesian Gastronomi yang mengusung konsep fine dining gastronomy melalui menu makanan Indonesia tersebut, Anda bisa menikmati pengalaman makan unik dan menarik.

Co-owner dan chef di sini tidak lain adalah Chef Ragil Imam Wibowo yang belum lama mendapatkan penghargaan sebagai Asian Cuisine Chef of the Year 2018 (Regional) dari ajang penghargaan Internasional World Gourmet Summit Award of Excellent 2018.

Resto ini mendesain suasana restoran yang nyaman layaknya rumah. Ketika baru datang, tamu langsung diberi suguhan welcome drink , yaitu minuman berwarna biru keunguan dari bunga talang dengan soda.

Tidak lama, mengawali nikmatnya petualangan kuliner gastronomi, hadir sajian miniappetizer seperti tapas yang terdiri atas tiga jenis, yaitu salalahua, makanan khas Pariaman, Sumatera Barat, yang terbuat dari tepung beras, balado, dan ikan asin. 

Rendang yang disajikan di atas beras ketan, serta gado-gado betawi bersama padanan sambal kacang, tetapi dibuat menjadi bentuk foam . Di atasnya kemudian ada telur puyuh yang alasnya merupakan emping dari melinjo.

Menu pembuka masih berlanjut dengan telur ikan sambal kecombrang yang dibuat dengan telur ikan gindara dari Sulawesi Tenggara. Meskipun ini merupakan ikan, bentuk yang disajikan sama sekali tidak seperti ikan, malah boleh dibilang mirip tahu.

Proses memasaknya, telur ikan dihancurkan, dimasukkan ke cetakan, di-steam, lalu digoreng, pinggirnya disajikan dengan sambal kecombrang, ada buah naga sehingga warnanya merah.

Berlanjut dengan lodeh kulat pelawan, di mana sayur lodeh disajikan dengan home made tempe kacang kedelai hitam dari Jawa Barat dan dipadu bahan jamur pe lawan dari Bitung, yang jamurnya hanya tumbuh di Pulau Bitung disertai hujan dan petir. Menu menjadi semakin spesial karena sajian ini memakai jamur yang hanya tumbuh saat hujan.

Hidangan ini menggunakan minyak kelapa yang dicampur cabai merah. Selanjutnya, ada ayam besenge dari Wonogiri, Jawa Tengah, yang menggunakan ayam kampung.

Menu ini dimasak dalam gerabah bumbu dan rempah, cabai jawa selama empat jam dengan api kecil dengan cara divakum dan di-steam , disajikan dengan sayur lilin, yaitu sayur pakis, bunga tebu, dan kelapa muda.

Untuk kedua sajian ini, dihidangkan juga nasi hitam dari Cianjur dan nasi putih dari Solok, Sumatera Barat. Masih dengan rasa kuliner menakjubkan Nusantara, hadir sate padang yang menggunakan lidah sapi bali. Menu ini dimasak dengan rempah Nusantara, disajikan dengan keripik singkong goreng sambal balado dan saus sate padang.

Ilustrasi Sate. Foto: Ubudfoodfestival.com

Lalu, mousse kacang tanah dan kacang mete yang terdapat cokelat ganace dari Flores di dalamnya. Disajikan dengan sponge sorgum, keju kering, dan foam keju gouda dari Boyolali, Jawa Tengah, yang sudah diendapkan selama satu tahun dan cokelat glenmore Jawa Timur.

Bagi pengujung yang ingin menikmati petualangan kuliner yang menarik, pesanlah teh merah yang rasanya light dari gunung Liki, Sumatera Barat. Penasaran ingin mencicipi pengalaman gastronomi ini? Langsung saja datang ke restoran berkapasitas 38 orang ini di Jalan Kemang Raya 81, Jakarta.

(abp)/Okezone